Home Start Back Next End
  
61
biasanya 
ditetapkan 
menggunakan
satuan 
pengukuran
DPMO 
(defects 
per
million
opputunities) dan
tingkat
kapabilitas sigma
(sigma
level)
-
Pengukuran Baseline Kinerja pada  Tingkat Proses
Pengukuran
baseline 
kinelja 
pada
tingkat
proses,  biasa
dilakukan 
apabila
suatu 
proses 
terdiri 
dari 
beberapa 
sub-proses.
Pengukuran
pada 
tingkat
proses 
akan 
memberikan
baganan 
secara  jelas
dan
komprehensif
tentang
segala
sesuatu 
yang
terjadi  dalam
sub-proses
itu,
yang
biasanya 
masalah­
masalah   kualitas   tidak   tampak   apabila   pengukuran  kinelja  
itu 
hanya
dilakukan
pada
tingkat
output
(Gaspersz, 2002,
hal.113).
-
Pengukuran Baseline Kinerja pada
Tingkat Output
Pengukuran 
baseline  
kinelja    pada  
tingkat    output 
dilakukan    secara
langsung  
pada 
produk   akhir 
yang 
akan 
diserahkan
kepada 
pelanggan.
Hasil
pengukuran
pada
tingkat
output
dapat
berupa
data
variabel
atau
data
atribut,    
yang     akan     ditentukan    
kineljanya   
menggunakan   
satuan
pengukuran
DPMO 
(defects   per 
million 
opportunities)
dan 
kapabilitas
Sigma
(nilai
sigma).
Pengukuran
Baseline Kinerja
Atribut
Karakteristik
Kualitas
pada
tingkat Output
Suatu  produk 
dinyatakan
sebagai  cacat
atau
gagal
jika
kriteria 
kegagalan
atau
kecacatan telah
didefinisikan
terlebih 
dahulu.
Dalam
Six
Sigma
karakteristik 
kualitas  
yang  
memiliki  
potensi  
menimbulkan  kegagalan
disebut
sebagai
CTQ
(Critical  to
Quality).(Gaspersz, 2002,
p158)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter