Home Start Back Next End
  
12
2.2 Data Proyek
2.2.1 Sejarah Teh
Bangsa
Cina
telah
meminum teh
selama
kurang
lebih
5.000
tahun.
Asal
mula
teh pada awalnya masih merupakan legenda. Mereka telah meminum teh selama
ribuan
tahun
ini
untuk
kesehatan
tubuh
dan
juga
kenikmatan.
Tidak
seorangpun
tahu
apa
yang
menyebabkan
mereka
tertarik
dengan
daun
hijau
serta
mengkilap
dari Camellia sinensis , tetapi legenda popular dapat memberi pengetahuan kepada
kita.
Salah satu
legenda
yang
paling
terkenal
adalah cerita
tentang
Kaisar
Shen
Nung.   Penemuan   teh   olehnya   pada   tahun   2737   sebelum   masehi,   belum
ditempatkan
secara
tepat
dalam sejarah. Kisahnya
penemuan
teh
ini
yaitu,
pada
suatu
hari, ketika Kaisar Shen Nung akan minum air
mendidih, beberapa daun dari
pohon
yang
menjuntai
tertiup angin dan jatuh di panci berisi
air
mendidih
tersebut.
Sang
Kaisar
ingin
tahu
dan
memutuskan
untuk
mencicipi
air
rebusan
yang
tidak
menyerupai
minuman
tersebut.
Kaisar menemukan air rebusan itu sedap dan
menyegarkan tubuh.
Legenda dari India menghubungkan
penemuan
teh
dengan
biarawan
Bodhidharma. Sang biarawan
merasa sangat
lelah setelah
mengakhiri pertapaannya
selama
7 tahun. Dalam keputusasaannya, dia mengunyah beberapa daun yang
tumbuh  didekatnya,  yang  dengan  seketika  langsung  menyegarkannya  kembali.
India
saat
ini
merupakan
penghasil
teh
terbesar di dunia, tetapi
tidak ada catatan
sejarah
mengenai
minum teh di India sebelum abad kesembilan belas.
Eksperimen
dari
Bodhidharma
mengunyah
teh
tidak
pernah disebarkan kepada masyarakat
umum pada saat itu.
Mitologi lain dari Jepang menceritakan tentang Daruma -
pembawa ajaran
agama Zen Buddha di Jepang. Suatu ketika, Daruma membuang kelopak matanya
yang berat ke tanah, karena ia merasa frustasi dan tidak mampu untuk tetap terjaga
saat bertapa. Pohon teh tumbuh dimana ia
membuang kelopak
matanya.
Dedaunan
dari pohon yang baru tumbuh ini secara ajaib menyembuhkan kepenatannya.
Namun, cerita ini memang kurang realistis. Menurut penelitian, teh memang bukan
berasal
dari
Jepang.
Teh
masuk
ke
Jepang karena
seorang
biarawan asal Jepang
bernama Dengyo Daishi yang membawa biji tanaman teh tersebut dari Cina.
Perlu
waktu
hingga
4.000
tahun
sebelum metode
pembuatan
teh
seperti
yang
kita  kenal  sekarang  dikembangkan.  Dalam  pengejaan  dan  pengucapan,  ‘teh’
dengan
segala
variasinya
di
dunia
berasal
dari
sumber
tunggal.
Te ', berarti
‘teh'
dalam dialek
Cina
Amoy.
Bahasa
Cina
nasional
menyebutnya
cha
'
begitu
pula
dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Inggris disebut tea’ dan di Indonesia disebut
‘teh’.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter