|
9
Indonesia. Tujuan dari kampanye kami adalah untuk mengajak para
masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi 2 hingga 3 cangkir teh sehari.
Salah satu tujuannya dari segi industri yaitu untuk menghidupkan perkebunan
teh Indonesia sehingga kita dapat meningkatkan pasar teh Indonesia.
g. Menurut
bapak,
apakah
teh
di
Indonesia
dengan
teh
yang
berasal
dari
luar
negeri dapat bersanding dari sisi kualitas?
Produk Indonesia tentu dapat bersaing dengan teh yang berasal dari luar negeri.
Yang
kurang
di
Indonesia
hanyalah
dari
sisi branding,
packaging
dan
juga
pemasaran dari teh tersebut. Sebab, teh Indonesia yang banyak diekspor keluar
negeri
ini
banyak
digunakan
sebagai
bahan
campuran
teh
atau blending untuk
teh-teh
dengan
merk
yang
terkenal
di dunia
saat
ini.
Tentu
jika
teh
dari
Indonesia
ini
diproses
dengan lebih
baik,
dikemas
dengan
branding
serta
packaging yang
lebih baik dan
memiliki marketing serta tanggapan pasar yang
positif, teh Indonesia dapat bersanding dengan teh-teh dari luar tersebut.
2.1.4 Hasil Angket
Penulis melakukan survei dengan membagikan kuesioner terhadap 100
responden dengan ragam usia mulai dari 20 hingga 50 tahun ke atas untuk
mengetahui
minat
masyarakat terhadap
teh
serta pengetahuan
umum yang
mereka
miliki
mengenai
teh. Penulis
melalukan 2 buah survey. Berikut hasil survey
penulis yang pertama yaitu survey mengenai minat membaca pada masyarakat:
1. 52 orang
(52%) responden adalah pria dan 48 orang (48%)
sisanya adalah
wanita. 90 orang (90%) responden dengan usia 20-35 tahun. 10 orang
(10%) sisanya berusia di atas 35 tahun.
2. 84 orang
(84%)
responden suka
membaca buku dan 16 orang
(16%)
sisanya tidak suka membaca buku.
3. 71
orang
(71%)
responden
sering
membeli
buku,
22
orang
(22%)
responden membeli buku jika terpaksa saja dan 7 orang (7%) sisanya
jarang membaca buku karena sama sekali tidak suka membaca buku.
4.
63 orang (63%) responden menyukai buku bacaan yang lebih banyak
menampilkan gambar daripada text atau tulisan. 32 orang (32%) menyukai
buku bacaan dengan porsi
gambar serta tulisan
yang seimbang 50%- 50%.
Sedangkan 5 orang
(5%) responden sisanya
menyukai buku dengan banyak
informasi daripada gambar.
5. 94 orang (94%) menganggap bahwa dengan gambar sebuah buku menjadi
lebih mudah penyampaian informasinya. 37 orang (37%) memilih
penyampain informasi dengan quick info. Sementara 23 orang (23%)
|