|
8
b. Bagaimana awal kecintaan bapak dengan teh?
Pada
awalnya
saya
memang
menyukai
teh. Keluarga saya juga menyukai teh
dan setiap pagi orangtua saya selalu
membuatkan teh. Beranjak kuliah, saya
yang besar di Jogjakarta sering nongkrong di warung angkringan. Ketika saya
bekerja, saya
mendapatkan klien mengenai teh, saya pun mencari buku literatur
mengenai teh dan ternyata tidak ada. Dari situ saya pun berniat untuk membuat
buku mengenai teh, melalui penelitian
yang saya dapatkan, saya cukup
tercengang dengan
manfaat dari
teh
itu sendiri yang begitu besar. Oleh karena
itulah
saya
membuat
buku Real
Tea,
Real
Health untuk
membagikan
informasi mengenai betapa besar manfaat teh ini kepada banyak orang.
c. Dalam
membuat
secangkir teh
yang enak, apakah diperlukan peralatan
seperti
poci khusus?
Hal tersebut tergantung dari masing-masing individual lagi, apakah ingin yang
fancy atau hanya melihat dari segi fungsi atau dari segi budaya. Tentu jika
melihat
dari
segi
budaya
seperti
budaya
minum teh
di
Jepang,
dibutuhkan
peralatan
yang
lengkap
mulai
dari
mangkuk
hingga
peralatan-peralatan
lainnya. Jika ingin melihat dari segi fungsi, yang terpenting adalah kualitas dari
teh serta air yang digunakan untuk menyeduh teh dan juga agar daun teh-nya
tidak ikut terminum sehingga kita dapat meminum dengan nyaman.
d. Apakah ada efek negatif dari mengkonsumsi teh?
Teh memang sering dikaitkan dengan unsur kafein di dalamnya, namun pada
teh, kafein bukanlah senyawa utama
layaknya kopi. Pada teh, kafein hanyalah
senyawa ikutan dan senyawa utamanya
terdiri dari katekin, theaflavin, serta L.
Theanine. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi teh di atas 4 cangkir
perhari justru memberikan efek nyata pada pemeliharaan kesehatan karena
dapat menekan resiko berbagai penyakit seperti stroke, jantung koroner,
mengendalikan
gula
darah,
hipertensi
serta
memelihara
jaringan
syaraf
otak.
Hal tersebut tidak lepas dari peran katekin dan L. Theanine. Pada minuman teh,
efek buruk kafein pun ternetralisir oleh L.Theanine.
Zat
antioksidan
pada
teh
pun terdapat pada senyawa katekin tersebut.
e. Bagaimana cara mengetahui teh yang berkualitas atau tidak?
Dari
struktur
daun
teh
bisa
terlihat
dengan
jelas.
Pada
teh
hitam yang
bagus
adalah terlihat dari warnanya
yang pekat dan hitam. Selain itu bisa terlihat pula
melalui daun teh yang utuh, tidak pecah-pecah dan tidak terdapat batang-
batang teh. Wangi teh tersebut juga harus harum dan tidak berbau kurang segar
serta tidak terlihat kusam. Selain itu, faktor lainnya yaitu dari jenis bibit
tanaman teh tersebut juga menentukan kualitas dari teh tersebut.
f.
Apakah bapak bisa menceritakan tentang campaign SEHATI (seduh hangat teh
Indonesia) yang dilakukan oleh Indonesia Teh Lovers?
SEHATI adalah kepanjangan dari seduh hangat teh Indonesia dan merupakan
kampanye
dari
Indonesia Teh Lovers.
Kampanye
ini
adalah
untuk
memasyarakatkan
minuman teh sebagai
minuman kesehatan
untuk
masyarakat
|