|
18
rewarding. THINK adds a permanent cognitive interest to the experience.
ACT induces a behavioral commitment. Loyalty, and a view to the
future.RELATE goes beyond the undividual experience and makes it
meaningful in a broadersocial context. Selain itu, Shmitt juga mengemukakan
beberapa cara untuk membentuk dan mengelola merek yang experiential.
Konsep ini dirangkum menjadi poin-poin dalam Experintial Branding, 10 Rules to
Create and Manage Experiential Brands
1. Experiences dont just happen; they need to be planned.
Dalam proses perencanaan, seorang pemasar harus kreatif, memanfaatkan kejutan,
intrik, dan bahkan provokasi
2. Think about the customer experience first.
Setelah itu, barulah seorang pemasar dapat menentukan karakteristik-karakteristik
fungsional dari sebuah produk dan manfaat dari merek yang ada
3. Be obsessive about the details of the experience.
Konsep pemuasan kebutuhan konsumen tradisional melewatkan unsur-unsur sensori,
perasaan hangat yang dirasakan konsumen, serta cuci otak konsumen, yang meliputi
pemuasan seluruh tubuh dan seluruh pikiran konsumen. Shmitt menyebutnya
Exultate Jubilate, yang berarti kepuasan yang amat sangat.
4. Find the duck for your brand.
|