|
27
Citra merek
atau
brand
corporate
atau
brand
description
didefinisikan
dalam
Tjiptono
(2005,
p49)
sebagai
deskripsi
tentang
asosiasi dan
keyakinan
konsumen terhadap merek tertentu.
Citra
merek menurut
Aeker
dalam
buku
Simamora
(2003,
p63)
adalah
bagaimana merek
dipersepsikan oleh
konsumen,
sedangkan menurut
Kotler
(Simamora,
2003,
p63)
citra
merek adalah
sejumlah
keyakinan tentang
merek.
Syarat merek yang
kuat adalah citra merek.
Kotler juga mempertajam bahwa citra
merek
itu
sebagai
posisi
merek
(brand
position).
Dari
pengertian
diatas,
dapat
disimpulkan citra
merek
adalah sejumlah keyakinan bagaimana
merek
dipersepsikan oleh konsumen. Asosiasi asosiasi itu menyatakan apa
sesungguhnya merek dan apa yang dijanjikan oleh konsumen.
Menurut Tjiptono
(2005, p10)
merek sebagai
citra.
Merek
merupakan
serangkaian asosiasi
yang
dipersepsikan
oleh
individu
sepanjang
waktu,sebagai
hasil
pengalaman
langsung
maupun
tidak langsung
atas
sebuah
merek
tertentu.
Dapat
dikatakan
bahwa
citra
merek merupakan
konsep
yang
diciptakan
oleh
konsumen karena alasan subyektif dan emosi pribadinya.
Definisi
citra
merek
menurut
beberapa
ahli
dalam
Sitinjak
dan
Tumpal
(2005,
p172):
Keller,
citra
merek
adalah
sebagai
persepsi
atau
kesan
tentang
suatu
merek
yang
direfleksikan
oleh
sekumpulan
asosiasi
yang
menghubungkan
pelanggan dengan merek dalam ingatannya.
Aeker
dan
Joachimsthaler,
citra
merek
adalah
identitas
(personality,simbol,
proporsi nilai brand essence dan posisi merek).
Davis, citra merek memiliki dua komponen yaitu asosiasi merek (brand
association)
dan
pesona
merek (brand personal).
Asosiasi
merek membantu
|