|
12
tak
terlibat langsung di
dalam prosesnya. Untuk itu di perlukan sistem manajemen
kualitas
yang dapat
memberikan
jaminan
kepada
pihak
konsumen
bahwa
produk
tersebut di hasilkan oleh proses yang berkualitas.
Menurut Garvin dalam
Yamit (2010,p9) terdapat lima pendekatan perspektif
kualitas yang dapat di gunakan oleh para praktisi bisnis, yaitu :
1.
Transcendental Approach
Kualitas
dalam
pendekatan
ini
adalah
sesuatu
yang
dapat
di
rasakan,
tetapi
sulit
di
definisikan
dan
di operasionalkan
maupun di
ukur.
Perspektif ini
umumnya
di
terapkan
dalam
karya
seni
seperti
seni
musik,
seni
tari,
seni
drama,
dan
seni
rupa. Untuk
produk
dan jasa
pelayanan
dapat
mempromosikan
dengan menggunakan
pernyataan-pernyataan seperti
kelembutan
dan
kehalusan
kulit
(sabun mandi),
kecantikan
wajah
(kosmetik),
pelayanan prima (bank)
dan tempat
berbelanja yang nyaman (mall).
Definisi
ini sangat sulit
untuk di jadikan sebagai dasar perencanaan dalam manajemen
kualitas.
2.
Product-based Approach
Kualitas
dalam
pendekatan
ini
adalah
suatu
karakteristik
atau
atribut
yang
dapat
di
ukur. Perbedaan
kualitas
mencerminkan
adanya
perbedaan
atribut
yang
di
miliki
produk
secara objektif,
tetapi
pendekatan
ini
tidak
dapat
menjelaskan perbedaan dalam selera dan preferensi individual.
3.
User-bassed Approach
Kualitas dalam pendekatan ini
di dasarkan pada pemikiran
bahwa
kualitas
tergantung pada
orang
yang
memangdangnya,
dan
produk
yang
paling
memuaskan
preferensi seseorang atau cocok dengan selera (fitness for used)
merupakan
produk
yang
berkualitas
paling
tinggi.
Pandangan
yang
subjektif
|