Home Start Back Next End
  
13
ini mengakibatkan konsumen yang
berbeda memiliki
kebutuhan dan
keinginan
yang
berbeda
pula,
sehingga
kualitas bagi seseorang adalah
kepuasan
maksimum yang di rasakannya.
4. 
Manufacturing-based Approach
Kualitas
dalam
pendekatan
ini
bersifat
supply-based atau
terdiri
dari
sudut
pandang
produsen
yang mengidentifikasi kualias sebagai
sesuatu
yang
sesuai
dengan  persyaratan  (©onformance quality)
dan  prosedur.    Pendekatan  ini
berfokus
pada
kesesuaian spesifikasi yang
di
tetapkan
perusahaan secara
internal.  
Oleh
karena
itu
yang
menentukan
kualitas
adalah
standar-standar
yang di tetapkan perusahaan, dan bukan konsumen yang menggunakannya.
5. 
Value-based approach
Kualitas
dalam
pendekatan ini
adalah
memandang kualitas
dari
segi nilai
dan
harga. 
Kualitas
di
definisikan
sebagai
“affordable
excellent”.
Oleh
karena
itu
kualitas dalam pandangan ini bersifat relatif. 
Sehingga
produk
yang memiliki
kualitas
paling
tinggi
belum
tentu
produk
yang
paling
bernilai. 
Produk
yang
paling bernilai adalah produk yang paling tepat beli. 
Dikutip dari Zulian Yamit
(2010;p5-10)
2.2.2 Pelayanan/Jasa (Service)
Pengertian Service menurut beberapa pakar dalam Buchari (2009,
p243):
Stanton
:
”Service are those separately, essentially intangible activities that
provide want statisfaction,
and that are not necessarily
tied to the sale of
a
product or another service.
To produce a service may or may not require the
use of tangible goods.
However, when such use required, there is no transfer
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter