|
48
dalam implementasi GCG sehingga dapat mengupayakan perbaikan-perbaikan yang perlu
berdasarkan rekomendasi yang diberikan.
2.1.5
Corporate Trust
2.1.5.1 Definisi Corpo®ate Trust
Apakah
Trust itu?
Menurut
Houjeir (2009, p56)
kepercayaan (trust) merupakan hal
yang
vital
dan
komponen paling
esensi dalam sebuah hubungan
bisnis,
konsepnya tidak berwujud
(intangible) dan
sukar
dipahami
(elusive).
Karena
itu
perlu
pembelajaran
yang
lebih
mendalam
untuk
memahami
sebuah
kepercayaan
(trust). Berikut
beberapa
pendapat
yang
memberikan definisi mengenai trust.
Beberapa pakar mendefinisikan
kepercayaan
sebagai
ekspektasi positif yang
memungkinkan
(dengan
apa
yang
disebut)
lompatan
iman
(leap of
faith)
terhadap
kepercayaan
(Mayer
et.al,
1995;
Möllering,
2006, p191;
Rousseau
et.al,
1998)
beberapa
mendefinisikan sebagai
keyakinan (belief) yang
dipengaruhi
oleh motivasi atau minat akan
hal lainnya (Salam et.al, 2005).
Kepercayaan juga didefinisikan sebagai motivasi, hasil,
nilai,
atau bahkan sikap (Ambler, 1997, p287; Gächter et.al, 2004; Roth, 1994, p127; Salam et.al,
2005, p75; Serva et.al, 2005)
Blair dan Stout (2001,
p6) sendiri
mendeskripsikan
kepercayaan kedalam tiga
karakter
berikut. Pertama, kepercayaan melibatkan paling sedikit dua pihak, pihak yang
mempercayai
dan
pihak
yang
dipercayai;
kedua,
pihak
yang
mempercayai
rentan
untuk
ditipu oleh pihak yang dipercayai, dalam keadaan dimana pihak yang dipercayai dapat
mengambil
keuntungaan
terhadap pihak
yang
mempercayai-nya;
ketiga,
pihak
yang
mempercayai
harus
meyakini
atau
mengharapkan
bahwa
pihak
yang
dipercayai akan
berperilaku
dapat
dipercayai
oleh
pihak
yang
mempercayai, yaitu
menahan
diri
dari
pengeksploitasian kerentanan pihak yang mempercayai. Karenanya kepercayaan dan sifat
dapat
dipercayai
sangat
erat
hubungannya
dengan
harapan
atau
ekspektasi,
Tyler
dan
|