Home Start Back Next End
  
56
dapat membuat perusahaan
lebih
berfungsi. Sedangkan
menurut Bontis (1998)
mendefinisikan intellectual capital sebagai sesuatu yang sifatnya sukar dipahami (elusive)
akan tetapi sekalinya
ditemukan dan dieksploitasi, maka ia akan membantu perusahaan
dalam
menemukan
sumber
daya
baru yang
membantu
perusahaan
dalam
kompentensi
dan
kemenangan.
Sedangkan
pedapat
lain adalah
Edvinson
dan
Malone
(Ulum,
2009,
pp21-22) mengidentifikasikan intellectual capital sebagai nilai tersembunyi (hidden value)
dari
bisnis. Dimana maksud
tersembunyi
ini
merupakan dua hal
yang saling
terkait.
Pertama,
intellectual capital
merupakan
asset
pengetahuan
yang
tidak
terlihat
secara
umum. Kedua, asset semacam ini tidak terlihat pula dalam laporan keuangan.
Beberapa
peneliti seperti
Stewart
(1997),
IFAC
(1998)
dalam
Stratovic dan Marr
(2004,
p7),
dan
Brinker
(1997)
dalam Ulum
(2009,
p26)
mengklasifikasikan intellectual
capital
kedalam tiga format dasar yaitu:
a.
Modal manusia (Human ©apital)
Human
capital    
menurut      Stratovic      dan      Marr      (2004,      p6)
adalah pengetahuan, keterampilan, dan    pengalaman    yang    dimiliki    oleh
karyawan.
Human
capital
merupakan
unsur
penting
dalam
pengembangan
organisasi,
Karena
semua
ilmu
pengetahuan
berawal
dari manusia,
dimana
terdapat
inovasi,   ide,   kreativitas,   serta   pemahaman   akan   kebutuhan
konsumen.
Human capital
mencerminkan
kemampuan
kolektif
perusahaan
untuk menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh
orang-orang
yang
ada
dalam
perusahaan
tersebut.
Human capital
akan
meningkat
jika
perusahaan
mampu
menggunakan
pengetahuan
yang
dimiliki
oleh
karyawannya      (Widjanarko,      2006,      p8).      Contohnya adalah
inovasi, kreativitas, know-how, pengalaman yang dimiliki, kemampuan
bekerja
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter