|
77
adalah pertanyaan
yang mendua,
karena menanyakan tentang
dua
hal
tersebut, yaitu kualitas dan harga.
e. Tidak menanyakan sesuatu yang sudah lupa
Setiap pertanyaan dalam instrument kuesioner. Sebaiknya juga tidak
menanyakan
hal-hal
yang sekiranya responden sudah lupa, atau pertanyaan
yang memerlukan jawaban yang
berpikir berat (misalnya: bagaimana
kinerja
para
pengusaha
30
tahun
yang
lalu?
Atau
menurut
anda,
bagaimanakah
cara mengatasi krisi ekonomi saat ini? Kecuali penelitian yang mengharapkan
pendapat para ahli).
f.
Pertanyaan tidak menggiring
Pertanyaan dalam kuesioner juga tidak menggiring kejawaban yang baik saja
atau
yang
jelek
saat.
bagaimanakah kalau
bonus
kalau
bonus
dan
jasa
pemasaran
ditingkatkan?
Jawaban
responden
cenderung
akan setuju.
Atau
bagaimanakah
prestasi
kerja
anda
selama
setahun
terakhir?
Jawabannya
akan cenderung baik.
g. Panjang pertanyaan
Pertanyaan dalam
kuesioner
sebaiknya
tidak
terlalu
panjang, sehingga
membuat jenuh responden dalam mengisi. Bila jumlah variabel banyak,
sehingga
memerlukan
instrument
yang banyak,
instrument
tersebut
dibuat
bervariasi
dalam
penampilann,
model
skala
pengukuran
yang
digunakan,
dan
cara mengisinya.
Disarankan
empirik jumlah
pertanyaan yang memadai
adalah antara 20 sampai dengan 30 pertanyaan.
h.
Urutan pertanyaan
Urutan pertanyaan
dalam kuesioner, dimulai
dari yang
umum menuju
ke
hal
yang spesifik, atau dari hal mudah menuju kehal yang sulit, atau diacak. Hal
|