Home Start Back Next End
  
78
ini
perlu
dipertimbangkan karena
secara
psikologis akan
mempengaruhi
semangat
responden untuk
menjawab.
Kalau
pada
awalnya
sudah
diberi
pertanyaan
yang
sulit,
atau
yang spesifik
maka
responden
akan
patah
semangat untuk mengisi kuesioner telah mereka terima.
2.   Prinsip pengukuran
Kuesioner yang
diberikan
kepada
responden
adalah
merupakan
instrument
penelitian,
yang
digunakan
untuk
mengukur variabel
yang
akan
diteliti.
Oleh
karena
itu
instrumen kuesioner
tersebut
harus
dapat
digunakan
untuk
mendapatkan data
yang
valid
dan
reliable
tentang
variabel
yang
diukur.
Supaya
diperoleh
data
penelitian
yang
valid dan
reliable,
maka
sebelum
instrumen
kuesioner diberikan
pada responden, maka perlu
diuji
validitas dan reliabilotasnya
terlebih
dahulu.
Instrument
yang
tidak valid
dan
reliable
bila
digunakan
untuk
mengumpulkan data, akan menghasilkan data yang tidak valid dan reliable pula.
3.   Penampilan fisik kuesioner
Penampilan fisik kuesioner sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi
responden atau keseriusan responden dalam mengisi kuesioner.
Kuesioner
yang
dibuat
dikertas buram,
akan
mendapat
respon
yang
kurang menarik
bagi
reponden,
bila
dibandigkan
dengan
kuesioner
yang dicetak
dikertas
yang
bagus
dan berwarna.
Menurut Sutrisno Hadi (Sugiyono, 2004, p130) mengemukakan bahwa
anggapan
yang
perlu
dipegang
oleh peneliti
dalam
menggunakan
metode
wawancara dan juga kuesioner adalah sebagai berikut:
1.   Bahwa
subyek
(responden)
adalah
orang
yang
paling
tahu
tentang
dirinya
sendiri
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter