|
28
2.2 Teori Khusus
Dalam teori khusus penulis mengembangkannya dari teori umum atau dasar,
kemudian
memfokuskannya pada analisa strategi untuk mencapai pencitraan dari
perusahaan konsultan PR. Beberapa teori khusus yang dipakai oleh penulis, sebagai
berikut:
2.2.1 Citra Perusahaan
Saat ini, banyak sekali perusahaan atau organisasi
dan orang-orang
mengelola citranya sangat sensitif menghadapi publik-publik mereka yang kritis.
Dalam satu penelitian terhadap seratus top eksekutif, lebih dari 50% mengatakan
penting sekali untuk memelihara publik
yang baik. Kini, banyak sekali
perusahaan atau organisasi memahami sekali perlunya memberi perhatian yang
cukup untuk membangun suatu citra yang menguntungkan bagi suatu perusahaan
tidak hanya dengan melepaskan diri terhadap terbentuknya suatu kesan publik
negatif. Dengan kata lain, citra perusahaan adalah fragile commodity
(komoditas
yang rapuh atau mudah pecah). Namun, kebanyakan perusahaan juga meyakini
bahwa citra perusahaan yang positif adalah esensial, sukses yang berkelanjutan
dalam jangka panjang (Soemirat & Ardianto, 2004:111).
Mark Graham R. Dewney mengatakan bahwa citra perusahaan merupakan
keseluruhan impresi mengenai perusahaan yang ada dalam benak konsumen. Citra
perusahaan menurut Jeffkins diartikan sebagai karakter sebuah organisasi.
Sementara PR Smith mengartikan citra perusahaan sebagai sejumlah persepsi
terhadap sebuah organisasi. Senada dengan Smith, Lawrence L. Steinmentz juga
|