Home Start Back Next End
  
36
2.3.1 Efektifitas Strategi Pencitraan Partai Golkar, PDIP dan PKS pada
Pemilu 2009
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pencitraan yang dilakukan oleh
partai Golkar, PDIP, dan PKS terbukti belum efektif. Hal tersebut dibuktikan
dengan presentase perolehan suara masing-masing Partai pada pemilu 2009 yang
jauh dari target, dan program-program yang dilakukan oleh masing-masing partai
tidak mampu tercapai dengan baik. Partai Golkar belum berhasil menampilkan
image dominant
dalam hal visi kepartaian, selain itu program-program yang
ditawarkan kepada masyarakat tidak jelas. Di sisi lain, PDIP memang selangkah
lebih maju dibandingkan dengan Golkar. Tetapi hal tersebut menjadi kurang efektif
ketika PDIP melakukan
praktek kampanye yang menunjukkan inkonsistensi sikap
partai dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Lain hal dengan PKS yang notabene
adalah partai islam kurang menajamkan visi dan cita-cita ideal yang ingin diusung
bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (Ardipandanto, 2010:193).
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian di atas, menurut penulis memiliki kaitan
dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis karena memiliki tujuan yang sama,
yaitu untuk mengetahui efektifitas dari suatu strategi yang dilakukan untuk
membentuk suatu citra yang diharapkan. Sehingga, setelah mengetahui mengenai
keefektifan strategi tersebut dapat dilakukan evaluasi dan meningkatkan strategi
yang ada menjadi lebih baik lagi. Karena tidak dapat dipungkiri strategi yang
digunakan akan sangat menentukan citra perusahaan di mata klien.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter