|
c. Komitmen normatif
Komitmen ini lebih menekankan kepada keterlibatan perasaan dan
menggambarkan dedikasi seseorang untuk tetap tinggal dan bekerja
pada
organisasinya.
Seseorang
akan tetap
setia
karena
perasaannya
memang mengatakan demikian. Komitmen ini merupakan komitmen
yang paling
tinggi. Dalam komitmen
ini perasaan
sangat
mendominasi
dan akan menimbulkan motivasi yang besar terhadap pekerjaan
Komitmen yang harus dibangun adalah komitmen afektif dan komitmen
normatif, sebab kedua komitmen ini akan sangat kuat dan mengikat, hanya saja
memerlukan kesabaran dan ketelitian
untuk membangunnya dan membutuhkan waktu
yang sangat lama, sebab kuncinya adalah membangun kepercayaan kepada
organisasi.
2.1.4.5 Komitmen Pasien
Hennig-Thurau et al (2002) mengutip pendapat dari Geyskens et al (1996) dan
Moorman et al (1992), bahwa komitmen dapat
digambarkan
sebagai
orientasi
dari
pasien dalam jangka panjang melalui sebuah hubungan bisnis yang dibangun atas
dasar ikatan sosial.
Selain itu, komitmen
juga
dapat
dijelaskan
sebagai
balasan
yang
akan
diperoleh pelanggan apakah akan
mendapatkan
manfaat bersih dari penggunaan
|