Home Start Back Next End
  
Pernyataan diatas mengemukakan bahwa konsep komitmen dijelaskan sebagai
sebuah perilaku yang konsisten selama beberapa
periode
yang
dipengaruhi
oleh
tekanan sosial. Oleh karena itu konsistensi dari perilaku merupakan hal penting dalam
komitmen. Dalam pandangan
yang
lebih
luas, Johnson
mengusulkan dua
makna
yang
berbeda,
yaitu
komitment
pribadi
dan
komitmen
perilaku.
Komitmen pribadi mengacu
pada
dedikasi
individu
untuk
mencapai
garis
tindakan.
Komitmen perilaku
adalah
perilaku
yang konsisten, yang terdiri dari komponen sosial dan biaya.
Pritchard,
Havittz
dan Howard
(1999
:
334)
menyatakan
:
“unlike
the
sociological definition that emphasizes the social aspect of commitment, the
psychological perspective stresses the role of personal commitment. Commitment is
the emotional or psychological attachment to a brand..[that] is usually considered
in
purely cognitive terms that measure consumer attitudes of attachment to a brand”
Pernyataan
diatas
menjelaskan
bahwa
tidak
seperti
definisi
sosiologis yang
menekankan aspek sosial dari
komitmen, perspektif psikologis menekankan peran komitmen
pribadi. Komitmen adalah ikatan emosional atau psikologis untuk merek yang biasa dianggap
dalam
hal
kognitif
murni
untuk
mengukur
sikap
konsumen
dari
keterikatan pada
sebuah
merek.
Berdasarkan
Buchanan
(1985
:
402)
commitment
is
defined as
the
pledging
or binding of an individual to behavioral acts which result in some degree of affective
attachment
to the
behavior.
Therefore,
psychological
attachment
is
considered
as
a
key component of commitment”
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter