|
23
terdiri dari sub-dimensi seperti atribut, manfaat, dan sikap. Yoo dan Donthu (2001,
hlm 1-12) diatur berbagai pandangan dari besa rpeneliti seperti Aaker dan Keller, dan
menyimpulkan bahwa ekuitas merek memiliki tiga dimensi: loyalitas, kesadaran /
asosiasi, dan persepsi kualitas. Dari komponen ekuitas merek, peneliti sebagian besar
telah menyepakati kesadaran dan asosiasi / image (Aaker, 1991; Keller, 1993; Park
&Srinivasan, 1994), tetapi mereka tidak bisa datang ke suatu kesepakatan tentang
dirasakan kualitas dan loyalitas. Aaker (1991) melihat persepsi kualitas sebagai salah
satu komponen ekuitas merek. Namun, Keller (1993, 2003), dan Park &Srinivasan
(1994) menyatakan bahwa persepsi kualitas milik citra.Sementara itu, beberapa
peneliti mengklaim bahwa kesetiaan adalah salah satukomponen ekuitas merek
(Aaker, 1991; Srivastava & Shocker, 1991). Lainnyamenganggap preferensi sebagai
komponen ekuitas merek (Holden, 1992;Anantachart, 1998). Loyalitas dapat dipecah
menjadi dimensi seperti sikapdan perilaku, dan Aaker (1991) dan Srivastava,
Shocker (1991) menyatakan bahwaloyalitas, termasuk dimensi sikap dan perilaku,
merupakan komponenekuitas merek. Namun, Holden (1992) dan Anantachart (1998)
menyatakan bahwa dimensi sikap sendiri adalah komponen dari ekuitas merek.
Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa loyalitas telah diklaim berupa
pendahuluan atau konsekuensi dari ekuitas merek karena perbedaan sedikit dalam
peneliti mendefinisikan loyalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menarik komponen
dan variabel pengukuran untuk memperkuat merek hotel dari hasil penelitian
sebelumnya dan berturut-turut skala mencerminkan karakteristik hotel dari persepsi
pelanggan
Komponen Ekuitas Merek Hotel
Penelitian yang dilakukan oleh Aaker (1991, 1996), Srivastava, Shocker
(1991), Taman, Srinivasan (1994),Keller (1993, 2003) dalam Sun Kim (2006:8)telah
|