|
24
menyimpulkan bahwa ekuitas merek hotel terdiri dariempat komponen utama:
kesadaran, asosiasi / gambar, kualitas yang dirasakan, dan loyalitas. kesadaran
merek, ekuitas merek dapatdidirikan ketika pelanggan sangat menyadari dan akrab
dengan merek, dan "Memegang asosiasi, merek yang kuat yang menguntungkan, dan
unik dalam memori" (Keller,1993,
hal. 8). Ketika pelanggan tahu apa-apa dari
sebuah hotel, dia tidak memiliki gambar. Demikian juga, tidak mungkin untuk
mengatakan bahwa karena beberapa orang telah mendengar merek Hotel, hotel ini
memiliki beberapa ekuitas merek. Artinya, sebuah hotel dapat membangunekuitas
mereknya dengan terus menawarkan nilai kualitas tinggi melalui merek dengan
tingkat kesadaran yang tinggi. Kedua, pencitraan merek hotel adalah kenangan yang
berkaitan dengan merek hotel. Hal ini dapat dipandang sebagai satu set asosiasi
bermakna dengan mengacu pada persepsi merek hotel yang diproyeksikan oleh
asosiasi tersebut. Ekuitas merek yang pelanggan bisa untuk cetakan untuk sebuah
hotel tertentu dapat dipengaruhi oleh berbagai asosiasi seperti produk atribut,
kepribadian, dan organisasi dari hotel itu. Sebagai akibat dari hal ini, ketika hotel
memiliki ekuitas merek yang rendah, kita dapat memahami penyebab untuk itu
dengan menganalisis asosiasi itu hotel, yang memungkinkan kita untuk bekerja
keluar strategi untuk meningkatkan ekuitas merek hotel itu. Ketiga, menyusun semua
pandangan dari Zeithaml (1988), Aaker (1991),Keller (2003) dan Park & Srinivasan
(1994), kami sampai pada kesimpulan bahwa persepsi kualitas dapat menjadi faktor
dalam pembelian dan preferensi untuk produk dan komponen ekuitas merek juga
dalam arti bahwa hal itu memberikan kesempatan untuk ekspansi merek. Persepsi
kualitas merek hotel dapat didefinisikan sebagai penghakiman atas kualitas hotel.
Keempat, loyalitas merek mengacu pada kepuasan konsumen dengan merek itu
sendiri atau perilaku yang mengikutinya ketika membeli merek itu. Loyalitas merek
|