|
31
1)
Tujuan harus diatur berurutan, mulai dari yang paling penting sampai
yang paling tidak penting. Sebagai contoh, tujuan utama unit bisnis untuk
satu periode adalah meningkatkan tingkat pengembalian investasi.Manajer
dapat meningkatkan laba dengan meningkatkan pendapatan dan mengurangi
pengeluaran.Manajer dapat menumbuhkan pendapatan dengan meningkatkan
pangsa pasar dan harga.
2)
Sebisa mungkin, tujuan harus bersifat kuantitatif. Tujuan
meningkatkan tingkat pengembalian investasi (Return on Invesment-ROI)
lebih baik dinyatakan sebagai tujuan meningkatkan ROI sampai 15 persen
dalam dua tahun.
3)
Tujuan harus realistis. Tujuan harus timbul dari analisis peluang
dan
kekuatan unit bisnis, bukan dari harapan.
4)
Tujuan harus konsisten. Memaksimalkan penjualan dan laba sekaligus
adalah sesuatu yang mustahil.
Trade off (timbal balik) penting lainnya meliputi laba jangka pendek versus
pertumbuhan jangka panjang, penetrasi mendalam dari pasar yang sudah ada versus
pengembangan pasar baru, tujuan laba versus tujuan nirlaba, dan pertumbuhan tinggi
versus risiko rendah. Setiap pilihan memerlukan strategi pemasaran yang berbeda.
e.
Formulasi Strategis
Tujuan (goal) mengindikasikan apa yang ingin dicapai oleh unit bisnis,
sedangkan strategi (strategy) adalah rencana untuk sampai kesana. Setiap bisnis
harus merancang sebuah strategi untuk mencapai tujuannya, yang terdiri dari strategi
pemasaran serta strategi teknologi dan strategi pengadaan yang kompatibel.
Walaupun banyak macam strategi yang tersedia, Michael Porter telah
|