|
51
Pemesanan online akan terus tumbuh.
Akan terjadi pemesanan yang lebih banyak menggunakan internet dan
mobile. Semakin lebih banyak wisatawan akan beralih ke ponsel mereka.
Perangkat ini tidak hanya untuk penelitian penginapan dan perjalanan
pilihan, tetapi untuk buku dan kamar preferensi langsung sehingga
berkomunikasi dengan hotel tersebut secara realtime. Hal ini penting
untuk hoteliers untuk mengoptimalkan situs web menangkap potensial
transaksi melalui ponsel.
Sosial media akan terus mentransformasi koneksi dengan wisatawan. Pada
tahun 2016, setengah dari industri perjalanan akan menggunakan media
sosial sebagai cara menghasilkan pendapatan dan pemesanan. Saat ini
lebih dari seperlima (22 persen) menggunakan media sosial sebagai alat
menghasilkan pendapatan dan 27 persen diantaranya berencana untuk
terus mengembangkannya di atas lima tahun ke depan. Hal ini diperlukan
hotel untuk menambahkan social media untuk bauran pemasaran mereka.
Kontak dengan pelanggan potensial dapat dicapai dalam beberapa cara
(Wilhite, 2010). Menciptakan kehadiran pada jaringan sosial utama
(Facebook,Twiter, Flickr, dll) dan mensponsori kelompok yang tinggal di dekatnya
adalah salah satu cara untuk menemukan tamu. Cara ini meningkatkan kesadaran
mereka akan hadirnya
hotel yang berada di daerah mereka. Jika reputasi positif
dibuat, jaringan sosial juga akan melakukan promosi. Hal ini merupakan kesempatan
bagi media sosial dalam industri perhotelan untuk memanfaatkan social media dan
teknologi ponsel. Misalnya, jika fitur geolocation ponsel mengingatkan sebuah hotel
bahwa tamu berada tidak jauh dari gedung hotel tersebut, menciptakan kesempatan
bagi mereka untuk pitch layanan yang relevan. Ketika tamu tiba misalnya, sistem ini
|