Start Back Next End
  
52
akan mendorongnya untuk datang ke bar dan menikmati koktail gratis dari hotel
(Kessler, 2010). Hotel juga perlu untuk bergabung dengan jaringan sosial yang
khusus dirancang untuk wisatawan. Pariwisata yang berbasis terhadap kelompok
pengguna memiliki beberapa tujuan, misalnya mereka menyediakan sebuah forum
terbuka bagi perusahaan yang menawarkan produk dan jasa terkait sesuai dengan
kebutuhan kelompok pengguna. TourNCare, Tripatini dan GoAbroad adalah contoh
jaringan sosial khusus untuk wisatawan. Pemasaran untuk kelompok ini mencapai
tamu yang sudah diidentifikasi sebagai pariwisata yang menarik. Manajer hotel harus
memiliki blog untuk posting informasi tentang kegiatan, atraksi, makan, belanja, atau
kehidupan malam. Hal ini memungkinkan mereka untuk memberikan tamu dengan
saran tentang apa yang harus dilakukan. Selain ituadalah sumber konstan konten
yang dapat digunakan untuk tersebar di jaringan sosial lainnya seperti Facebook
danTwitter (Landman, 2011). Mengundang tamu untuk bergabung hotel halaman
Facebook dan meminta mereka untuk mengirim gambar dari hotel diharapkan kelak
akan meningkatkan reputasi hotel. Berinteraksi dengan pelanggan yang
menggunakan Facebook dan Twitter dapat meningkatkan layanan pelanggan.
Gagasan layanan pelanggan pribadi memungkinkan menggunkan nomor telepon,
tetapi biasanya yang dilakukan adalah dengan media sosial karena lebih mudah.
Dengan social media seperti ini diharapkan agar membuka wawasan untuk bertanya
dan memberikan kritik serta saran bagi hotel tersebut. Dibandingkan untuk langsung
mendatangi dan mengumpulkan brosur, tamu dapat mengajukan pertanyaan sebelum
mereka sampai ke hotel saat mereka menjelajahi situs sosisal media tersebut. Hal ini
akan lebih memudahkan para tamu karena memiliki akses yang realtime
(Kessler,
2010).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter