|
19
persepsi konsumen. Produk tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama di pasar
jika perceived quality
pelanggan negative, sebaliknya jika perceived quality
pelanggan posistif, maka produk akan disukai dan dapat bertahan lama dipasar.
4. Loyalitas merek (brand loyalty)
Brand loyalty
adalah cerminan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu
merek produk/jasa. Loyalitas merek sangat berpengaruh terhadap kerentanan
pelanggan dari serangan pesaing, hal ini sangat penting dan berkaitan erat dengan
kinerja masa depan perusahaan. Seseorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu
merk tidak aka ndengan mudah memindahkan pembeliannya ke merk lain, maka hal
tersebut dapat menunjukkan loyalitas terhadap merk tersebut rendah.
5. Aset-aset merek lainya (other proprietary brand asssets)
Ekuitas merk dapat memberikan nilai, baik bagi perusahaan maupun bagi
konsumen. Nilai yang diterima perusahaan dari ekuitas merk itu diantaranya adalah;
Ekuitas merek berhubungan dengan nama merek yang dikenal, kesan kualitas,
asosiasi mereka yang kuat, dan aset lainnya seperti hak paten dan merek dagang.
Ekuitas merek rendah apabila pelanggan tidak tertarik pada satu merek dan membeli
karena karakteristik produk, harga, kenyamanan, dan kepedulian terhadap merek
hanya sedikit. Ekuitas merek tinggi apabila pelanggan cenderung membeli suatu
merek meskipun berhadapan dengan banyak tawaran dari pesaing yang lebih unggul,
misal harga dan kepraktisan.
Brand equity dapat dilihat dari dua sisi, yakni ekuitas merek yang dilihat dari
sudut pandang konsumen dan ekuitas merek yang dilihat dari sudut pandang
perusahaan. Namun penelitian yang kerap kali dilakukan dalam penelitian adalah
melihat ekuitas sebuah merek yang dipandang dari sudut konsumen.(Christodoulides
|