|
21
Memiliki arti yang menyenagkan, menarik, credible, sugestif
dan kaya
imaginasi baik visual maupun verbal (meaningfulness)
Harus dilindungi secara hukum (protectability)
Kayaman dan Arasli (2007) menyatakan bahwa loyalitas merek yang
baikakan merujuk pada ekuitas merek. Begitu pula hasil penelitian Yasin et al(2007)
bahwa brand equity dari merek produk pasar Malaysia diteliti secara konseptual
dimana brands country-of-origin image dipengaruhi dimensi brand equity, yang
terbentuk dari brand loyalty dari pengaruh brand image,
brand awareness, perceived quality, dan brand associations.. Pendapat
serupa diungkapkan Ardha, 2004 bahwa brand loyalty berpengaruh positif terhadap
brand equity.
2.3.3.
Pelanggan berbasis ekuitas merek (Customer Basic Brand Equity)
mengandung arti bahwa ekuitas merek berasal dari perspektif pelanggan, dan
kekuatan merek tergantung kepada apa yang konsumen lihat mengenai sebuah merek
(Keller, 2003, hal. 59). Keller (2003) mengatakan pelanggan berbasis ekuitas merek
adalah efek diferensial mana
pengetahuan merek ,akumulasi melalui pemasaran
merek yang, menciptakan respon konsumen, dan bahwa ekuitas merek berbasis
pelanggan berarti pembesaran dari pelanggan preferensi untuk produk dengan
melampirkan merek itu dibandingkan dengan yang sama produk tanpa merek itu.
Dengan kata lain, Customer Basic Brand Equity adalah konsep keseluruhan
tentang apa saja yang konsumen tahu, rasakan, dan harapkan dari merek tertentu.
Farquhar (1989) dalam Sun Kim (2006:4) didefinisikan pelanggan berbasis ekuitas
merek sebagai nilai tambah untuk produk sebagai konsumen menjadi positif dibuang
|