Start Back Next End
  
13
Norton dan Profesor dari Harvard Business School
Dr. Robert S. Kaplan. Kedua
orang ini memiliki usulan yang cukup sederhana dalam argumentasinya, yaitu
“bahwa model keuangan dari bisnis saja tidak lagi mencukupi sebagai cara utama
dalam mengelola kinerja. Model keuangan memang bermanfaat, ujar mereka, untuk
menyediakan detail mengenai apa yang terjadi kemarin, tetapi hanya sedikit
bermanfaat dalam mengelola perkembangan dari bisnis.”
Pada awal perkembangannya, balanced scorecard
hanya ditujukan untuk
memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif. Sebelum tahun 1990-an eksekutif
hanya diukur kinerja mereka dari perspektif keuangan, sehingga terdapat
kecenderungan eksekutif mengabaikan kinerja non keuangan seperti kepuasan
pelanggan, produktivitas, dan kefektifan proses yang digunakan untuk menghasilkan
produk dan jasa, dan pemberdayaan dan komitmen karyawan dalam menghasilkan
produk dan jasa bag kepuasan pelanggan.
Dalam artikel Harvard Business Review
mengatakan bahwa dari semua ide
manajemen dalam 75 tahun terakhir pada abad ke-20, balanced scorecard
telah
memiliki salah satu dampak terbesar terhadap bisnis. Daya tariknya yang
berlangsung lama dalam abad ini ditunjukkan dalam penelitian tahun 2007 oleh
konsultan Bain & Company, yang mengemukakan bahwa 66 persen dari organisasi
besar menggunakan balanced scorecard.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter