Start Back Next End
  
17
2.2.3 Proses Balanced Scorecard
Proses implementasi balanced scorecard
menurut Mahsun (2012:160) dapat
diuraikan sebagai berikut:
a.
Mendefinisikan Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Program Organisasi.
Kita tidak bisa menilai segala sesuatu jika tidak mempunyai kriteria yang
jelas sebagai pedoman penilaian. Demikian juga, jika kita hendak menilai
kinerja organisasi harus mempunyai  kriteria yang jelas. Kriteria ini adalah
indikator pencapaian tujuan, sasaran, strategi, dan program.
Dengan
demikian,
langkah pertama pengukuran kinerja dengan balanced scorecard
adalah pendefinisian tujuan, sasaran, strategi, dan program sebagai dasar
menentukan indikator pengukuran.
b.
Merumuskan Framework Pengukuran Setiap Jenjang Manajerial.
Dalam tahap ini dirumuskan area pengukuran kinerja secara bertingkat
dengan berpedoman pada struktur organisasi yang ada untuk diarahkan pada
pencapaian tujuan dengan tingkat kedalaman yang berbeda – beda. Selain itu
juga dirumuskan pengukuran kinerja untuk setiap individu, tim dan kelompok
organisasi.
c.
Mengintegrasikan Pengukuran Ke Dalam Sistem Manajemen.
Sistem pengukuran kinerja yang telah dirumuskan merupakan subsistem
manajemen organisasi. Oleh karena itu, sistem pengukuran kinerja harus
diintegrasikan ke dalam sistem manajemen baik formal  maupun nonformal
organisasi. Sistem pengukuran kinerja merupakan bagian dari perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, motivasi, dan pengendalian yang
ditetapkan organisasi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter