Start Back Next End
  
34
menjadi keinginan dan kebutuhan pasar, untuk kemudian menjawabnya
dengan produk/layanan yang sesuai. Fase selanjutnya adalah membangun
komunikasi dengan komunitas yang sudah terbentuk tadi, 
intinya
adalah
bagaimana cara memanage komunitas tadi, karena tidak ada gunanya
memiliki komunitas di media sosial jika tidak bisa memanage mereka. Solid
tidak nya komunitas brand tadi akan menjadi tolak ukur pendapatan brand di
internet business. Menurut Sisira Neti (2011)
media sosial online juga dapat
digunakan oleh sebuah brand
untuk menangkal publisitas yang buruk karena
menurut Henn (2011)
kita bisa memberikan respon yang cepat untuk
mengklarifikasi komentar-komentar yang negatif dari para pengguna sosial
media, untuk bersaing dengan competitor kita. Tetapi dengan
ini,
brand
haruslah berhati-hati dalam menggunakan media sosial secara berlebihan
karena mungkin saja akan memperburuk citra diri mereka di hadapan para
konsumen. Penelitian yang dilakukan oleh Chadwick Martin Bailey dan
iModerate Research Technologies mengatakan bahwa 67% konsumen lebih
menyukai membeli produk dari brand yang mereka di Twitter dan 51% lebih
suka membeli produk dari brand yang mereka ikuti di Facebook. Selain itu
sebanyak 79% konsumen lebih suka merekomendasikan produk tersebut via
Twitter, sedangkan di Facebook hanya 60%. Sehingga dapat ditarik
kesimpulan, sebaiknya memang brand sudah harus memikirkan untuk
memasukan media sosial kedalam agenda promosi mereka, dan
memaksimalkan media sosial tersebut.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter