Start Back Next End
  
21
negatif yang khususnya datang
dari publik (khalayak sasaran) (Ardianto,
2008: 132).
Kegiatan membangun citra bukanlah hal yang murah dan sederhana
untuk dilakukan, perlu pemikiran strategis dan pengetahuan akan pasar. Ini
juga yang mendorong perusahaan besar untuk terus konsisten dalam
mengkampanyekan brand
mereka. Sekali konsumen jatuh cinta kepada
sebuah brand,
dia akan melakukan pembelian secara berulang dimana akan
tercipta brand loyalty. Sebuah kampanye brand
dapat dikatakan berhasil
ketika target konsumennya mendapat alasan kuat untuk membeli produk atau
jasa dari perusahaan tersebut tanpa banyak mempertimbangkan brand
lain
lagi. Kini strategi pencitraan yang tepat akan membawa citra perusahaan
menjadi kuat dan dikenal dan menghasilkan keputusan pembelian pada
konsumen meskipun kadang harga yang ditawarkan tidak masuk akal.
Pencitraan tidak lagi hanya memberikan sebuah nilai guna produk, tetapi
sebuah prestise dan gaya hidup ketika sudah dikenal oleh publik. 
Peneliti menyimpulkan bahwa pencitraan sangat penting dilakukan
oleh perusahaan, karena saat ini kompetitor serupa mulai banyak
bermunculan. Konsumen kini membeli produk dengan melihat pada brand
dan cara mereka memandang brand
tersebut berpengaruh besar terhadap
keputusan pembelian.
Keterkaitan dalam teori di atas adalah upaya Otopedia.com yang harus
memiliki strategi pencitraan yang efektif dan dikenal publik secara positif
lewat media sosial Twitter sehingga brand Otopedia.com memiliki kekuatan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter