|
31
Level pada brand awareness di atas ini adalah sebuah pyramid
yang
menandakan seberapa efektif branding dalam sebuah perusahaan. De Pelsmacker et
al (2007) menjelaskan bahwa, semakin kuat kesadaran seseorang akan produk anda,
akan semakin kuat juga kemungkinan orang tersebut untuk membeli produk anda,
dan proses tersebut akan berlanjut, dimana ketika orang tersebut merasa cocok atas
produk anda maka ia akan terus membeli produk anda yang akhirnya akan akan
membentuk yang namanya brand loyalty.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh pernyataan menurut Durianto, dalam
(Suciningtyas, Wulan, Management Analysis Journal, 2013 3-4)
yang menyatakan
bahwa merek dengan top of mind yang tinggi mempunyai nilai pertimbangan yang
tinggi. Jika suatu merek tidak terseimpan dalam ingatan, mereka tersebut tidak aka
dipertimbangkan dalam benak konsumen
2.2.1.2 Peran Brand Awareness
Dalam buku strategi menaklukkan pasar
(Dunianto-Sugiarto-Sitinjak, 2004)
brand awareness dapat dijabarkan cara penciptaan nilai sebagai berikut:
1.
Anchor to which other association can be attached, artinya suatu merek dapat
digambarkan seperti suatu jangkar dengan beberapa rantai. Rantai
menggambarkan asosiasi merek tersebut.
2.
Familiarity-Liking, artinya dengan mengenal merek akan menimbulkan rasa
terbiasa terutama untuk produk-produk yang bersifat low. Keterlibatan merek
seperti pasta gigi, tissue dan lain-lain. Suatu kebiasaan dapat menimbulkan
keterkaitan kesukaan yang kadang-kadang dapat menjadi suatu pendorong
dalam membuat suatu keputusan.
|