|
13
dan penerima. Ia kemudian mengemukakan suatu model komunikasi yang lain, yaitu
model komunikasi interaksional.
Model ini menekankan proses komunikasi dua arah di antara para
komunikator. Dengan kata lain komunikasi berlangsung dua arah, yaitu dari
pengirim kepada penerima, dan dari penerima kepada pengirim. Proses ini
menunjukan bahwa komunikasi akan selalu berlangsung. Pandangan ini
mengilustrasikan bahwa seseorang dapat menjadi baik pengirim maupun penerima
dalam sebuah interaksi, tetapi tidak dapat menjadi keduanya sekaligus.
Satu elemen yang penting dalam model komunikasi sebagai interaksi ini
adalah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan. Umpan balik
dapat berupa verbal maupun non-verba sengaja maupun tidak disengaja. Umpan
balik juga membantu para pengirim pesan untuk mengerahui apakah pesan mereka
telah tersampaikan atau tidak dan sejauh mana pencapaian makna terjadi.
Dalam
model interaksional ini, umpan balik terjadi setelah pesan diterima, tidak pada saat
pesan sedang dikirimkan.
Elemen lain dalam model interaksional adalah bidang pengalaman (field of
experience) seseorangm atau bagaimn budaya, pengalaman, dan keturunan seseorang
mempengaruhi kemampuannya untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Setiap
orang membawa bidang pengalaman yang unik dalam tiap episode komunikasi, dan
pengalaman-pengalaman tersebut sering kali mempengaruhi komunikasi yang terjadi
(Turner&West, 2009:13).
|