Start Back Next End
  
14
3)
Komunikasi sebagai Transaksi : Model Transaksional 
Pada tahun 1970, Barnlund mengemukakan teori komunikasi model
transaksional sebagai penyempurnaan dari model komunikasi sebelumnya , yaitu
model komunikasi interaksional. Pada model ini ia menggarisbawahi pengiriman dan
penerimaan pesan yang berlangsung terus-menerus dalam sebuah episode
komunikasi. Ia mengatakan bahwa komunikasi bersifat transaksional berarti proses
tersebut bersifat kooperatif, yaitu pengirim dan penerima sama-sama bertanggung
jawab terhadap dampak dan efektifitas komunikasi yang terjadi. Dalam model
komunikasi linear, makna dikirim dari satu orang ke orang lainnya. Dalam model
interaksional, makna dicapai melalui umpan balik dari pengirim dan penerima.
Sedangkan dalam
model transaksional, orang membangun kesamaan makna. Apa
yang dikatakan orang dalam sebuah transaksi sangat dipengaruhi oleh
pengalamannya di masa lalu. 
Model transaksional menuntut kita untuk menyadari pengaruh satu pesan
terhadap pesan lainnya. Satu pesan dibangun dari pesan sebelumnya, karena itu ada
saling ketergantungan antara masing-masing komponen komunikasi. Perubahan di
satu komponen akan mengubah yang lainnya juga. Model transaksional juga
berasumsi bahwa pada saat kita secara ters menerus mengirimkan dan menerima
pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal maupun dengan elemen non-verbal
dari pesan tersebut. Dengan kata lain, para komunikator menegosiasikan makna. 
Dalam pemaparan sebelumnya tentang model komunikasi interaksional,
terdapat
bidang pengalaman. Dalam model transaksional juga terdapat bidang
pengalaman, akan tetapi terjadi perpotongan. Maksudnya kedua pihak yang
berkomunikasi tidak memiliki bidang pengalaman yang terpisah, melainkan terdapat
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter