Start Back Next End
  
17
disimpulkan bahwa media massa menyajikan layanan hiburan untuk memanjakan
para audience-nya. Namun selain bertujuan sebagai pelepas lelah, fungsi hiburan saat
ini telah menjadi fungsi komersil dan menjadi pemenuh kebutuhan beberapa
kepentingan. Didukung dengan minat audience
yang menginginkan fungsi hiburan
menjadikan media komunikasi massa sebagai alat komunikasi yang cepat diterima
oleh masyarakat, sehingga iklan sebagai alat promosi menggunakan media
komunikasi massa sebagai saluran mempromosikan produknya. Dengan begitu,
maka media komunikasi massa menjadi tempat mencari keuntungan. Selain itu
Charles R. Wright juga berpendapat bahwa fungsi hiburan yang diberikan oleh media
komunikasi massa, dapat dijadikan alat perluasan kekuasaan, dan pengendali
kehidupan masyarakat.
Ketiga, komunikasi massa memiliki fungsi sebagai alat persuasi. Banyak
informasi yang didapat dari apa yang dibaca, didengar dan dilihat oleh khalayak,
tanpa sadar memiliki fungsi persuasi didalamnya. Aktifitas promosi dan tujuan
mempengaruhi yang terdapat didalam sebuah pesan media komunikasi massa tidak
dapat disadari dengan cepat jika diperhatikan sepintas dan tidak diperhatikan dengan
jeli. Fungsi persuasif media massa mampu mengukuhkan nilai-nilai yang sudah
diyakini sebelumnya oleh khalayak. Media komunikasi massa juga dapat merubah
pemikiran serta tingkah laku  khalayak hanya dengan informasi yang
disampaikannya. Media komunikasi massa juga dapat menggerakan seseorang untuk
dapat yakin dan percaya pada informasi yang disampaikanya, sehingga media
komunikasi massa dapat dengan mudah menggerakan seseorang untuk dapat berbuat
sesuatu ataupun sebaliknya. Josep A. Devito (1997) menganggap fungsi persuasi dari
proses komunikasi massa sebagai fungsi terpenting yang dapat memberikan berbagai
macam dampak, seperti:
memperkuat dan mengubah sikap, kepercayaan atau nilai
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter