|
18
seseorang, dapat menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu, dan
memeperkenalkan etika atau nilai-nilai tertentu. Etika disini dapat terlihat dari
beberapa kasus dimana media komunikasi massa dapat menunjukkan mana etika
yang benar dan tidak baik serta etika yang salah maupun tidak baik.
Keempat
adalah fungsi transmisi budaya. Berbagai jenis komunikasi yang
dilakukan merupakan hasil refleksi dari pengalaman dan pengetahuan pelaku
komunikasi, dan kemudian hasil refleksi yang berupa pesan tersebut menjadi
pengalaman dan pengetahuan baru untuk penerima pesannya. Budaya komunikasi
tersebut secara rutin dimodifikasi oleh pengalaman baru yang terus didapatkan.
Transmisi budaya memiliki dua tingkatan yaitu kontemporer dan historis. Dalam
tingkat kontemporer, media massa memperkuat nilai-nilai masyarakat, dengan
memperkenalkan bibit-bibit perubahan secara terus menerus. Alfred Korzybski
menggunakan istilah time-binding untuk menggambarkan kemampuan manusia yang
didasarkan pada ingatan. Kemampuan manusia yang dapat menyimpan secara sadar
dan melupakan sesuatu ini membimbing terjadinya transmisi budaya. Sementara itu,
secara historis umat manusia dapat melewati dan menambahkan pengalaman baru
dar sekarang untuk membimbingnya kemasa depan. Karena, manusia dapat
menyortir, mengakumulasi, dan membuktikan ingatan akan pengalamannya yang
kemudian di transmisikan kepada orang lain.
Dalam proses komunikasi massa, pesan yang disampaikan kepada khalayak
sebenarnya merupakan transmisi budaya berupa informasi, hiburan, dan edukasi.
Transmisi budaya yang berikan oleh media komunikasi massa dapat menjadi
pengalaman dan pengetahuan baru audience-nya. Namun, dampak negatif yang dapat
timbul dari fungsi transmisi budaya adalah, pengaruh kebudayaan luar yag dapat
|