|
disemprot dan dibentuk sehingga tercipta lekuk yang khas meliuk-liuk.
Pada kerupuk kulit pun bahan utamanya
yaitu kulit
yang langsung
digunakan setelah dijemur sehingga adonan tepung tidak dominan. Setelah
itu, bakal kerupuk umumnya dijemur di atas tampah² sekitar dua sampai
lima hari sebelum dibungkus dalam kemasan (umumnya berupa kemasan
plastik) untuk kemudian dipasarkan.
Sebelum dikonsumsi, kerupuk mentah disarankan untuk dijemur
kembali sekitar empat jam sebelum digoreng. Saat proses penggorengan
pun disarankan dengan menggunakan minyak goreng yang banyak dan
suhu tinggi (sekitar 150
0
hingga 180
0
C). Dengan teknik menjemur kembali
dan takaran minyak yang tepat akan mampu mengangkat kegurihan
kerupuk yang nantinya akan disajikan.
2.2.3 Ragam Jenis Kerupuk Indonesia
Sebagai salah satu camilan populer di sebagian Asia Tenggara dan Asia
Timur, Indonesia sangat beruntung karena memiliki faktor yang tidak dimiliki
oleh semua negara lain. Faktor tersebut adalah kekayaan alam yang melimpah
serta berbagai macam kultur daerah yang ikut mempengaruhi varian jenis
kerupuk yang ada di Indonesia. Hal itulah yang membuat Indonesia memiliki
ragam jenis kerupuk yang sangat banyak.
Dengan begitu banyaknya jenis ragam kerupuk yang ada di Indonesia dan
keterbatasan waktu penelitian, maka jenis kerupuk yang akan dibahas pun
dibatasi dan menggunakan klasifikasi popularitas berdasar dari data survei.
Definisi
kerupuk populer yang diangkat dalam buku ini sendiri berdasar pada
hasil survei dimana kerupuk-kerupuk tersebut secara umum lebih dikenal oleh
kebanyakan masyarakat Indonesia dan paling mudah ditemui.
Beberapa jenis kerupuk khas Indonesia yang akan dibahas adalah :
2.2.3.1 Kerupuk Putih
2
sebuah wadah berbentuk bulat yang terbuat dari rotan
|