Start Back Next End
  
Bentuk fisik tepungnya cukup identik dengan tepung sagu sehingga biasanya
digunakan untuk keperluan yang sama yaitu merekatkan bahan makanan.
Berangkat dari pengetahuan akan bahan dasarnya, maka penelusuran sejarah
kerupuk dapat dimulai dari informasi tersebut. 
          
   Gambar 2.2.1.2 Ketela Pohon (Manihot esculenta)
Tanaman ketela pohon mulai diperkenalkan di Indonesia, pertama
kalinya oleh bangsa Portugis yang berlayar ke Indonesia (dulu Nusantara)
pada sekitar abad ke-16. Seorang pedagang berkebangsaan Brasil yang ikut
dalam ekspedisi pelayaran itu mengolah tanaman yang berasal dari Amerika
Selatan tersebut menjadi makanan pengganti kentang.
Perkembangan pesat tanaman tersebut justru baru dimulai dua abad
setelah Indonesia dijajah Belanda. Dalam catatan distribusi awal asosiasi
dagang milik Belanda pada 1810, tanaman ketela pohon tersebut mulai
ditanam di beberapa wilayah Indonesia (saat itu Hindia Belanda) sebagai
salah satu bagian komoditi komersial Belanda.
Perkembangan tanaman ketela pohon menjadi tepung tapioka
diduga terjadi setelah terjadinya kemerdekaan Indonesia dan mulai stabilnya
kondisi negara. Perkembangan tersebut ditelisik dimulai pada sekitar tahun
1960an, dimana mulai bermunculan industri-industri rumah tangga yang
membuat produk makanan camilan dengan bahan dasar tepung tapioka.
Produknya yang kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan kerupuk juga
mulai tersebar melalui rumah makan sederhana hingga ke pasar-pasar
tradisional. Pada tahun-tahun
inilah diduga sebagai waktu ditemukannya ide
dan teknik untuk membuat kerupuk Indonesia.
2.2.1.3 Perkembangan Dan Pengaruh
Perkembangan selanjutnya, kerupuk Indonesia mulai merambah pasar
internasional melalui jalur
ekspor. Menurut catatan yang dimiliki
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter