|
18
Tadasu dalam Sudjianto menjelaskan:
Shuujoshi
dipakai pada akhir pada akhir kalimat atau pada akhir
bagian-bagian kalimat (bunsetsu) untuk menyatakan perasaan
pembicara seperti haru,
larangan
dan
dan sebagainya.
(Sudjianto,2000:69),
Dalam Nihongo no Bunpo Handobukku, dikatakan bahwa shuujoshi
selalu
diletakkan di akhir kalimat dan merupakan partikel penanda perasaan dan sikap
pembicara yang akan diungkapkan pada lawan bicara (164). Joshi yang termasuk ke
dalam shuujoshi adalah, ka yo, ne, yone, naa, wa, zo, kke, dan
no.
Berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini teori yang akan
digunakan dalam penelitian ini adalah shuujoshi
yo ne
berdasarkan makna dan
fungsinya dalam sebuah kalimat. Sebelum pengelompokkan shuujoshi
yo ne
berdasarkan makna dan fungsinya akan dibahas terlebih dahulu pengelompokkan
shuujoshi
menurut Masuoka
Takashi dalam bukunya yang berjudul Kiso Nihongo
Bunpo (1992).
2.5.2.
Jenis dan Kelompok Shuujoshi
Sebagaimana telah disinggung dalam bab sebelumnya, shuujoshi
adalah
partikel akhir yang diletakkan di akhir kalimat dan mengungkapkan perasaan
pembicara dalam kalimat tersebut. Dalam bukunya yang berjudul Kiso Nihongo
Bunpo, Masuoka
mengelompokkan
shuujoshi
ke dalam 4 kelompok. Berikut ini
adalah kelompok shuujoshi
tersebut yang lebih menunjukkan kepada
karakteristiknya.
|