Start Back Next End
  
12
bun ga arawasu naiyou ni ittei no seishitsu wo fuka shitari hataraki
ga aru.
Terjemahan:
“Salah satu bagian dari kelas kata. Biasanya merupakan kata yang
tidak berkonjugasi dan digunakan setelah mengikuti kata yang lain.
Menunjukkan bagaimana hubungan antara kata yang satu dengan
lainnya, menghubungkan antara frasa dan frasa, dan menunjukkan
karakteristik tertentu dari suatu kalimat.”
Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa joshi
merupakan
bagian dari kelas kata dalam bahasa Jepang yang tidak dapat berkonjugasi dan
berdiri sendiri. Berfungsi memberi ciri pada suatu kalimat dan menghubungan
satuan-satuan terkecil dalam sebuah kalimat.
Jadi, dapat dikatakan bahwa joshi selalu melekat pada kata penuh (jiritsugo)
dan tidak dapat berdiri sendiri dan berperan untuk memberi karakteristik sebuah
kalimat berdasarkan kata, frasa, atau klausa yang dilekatinya.
Senada dengan Asano, Kawashima (1999:i) lebih rinci menjelaskan definisi
joshi sebagai berikut. Partikel (joshi) dalam bahasa Jepang mengikuti kata untuk:
1)
menunjukkan hubungan antarkata dalam sebuah kalimat dan/atau;
a)
memberi nuansa atau makna khusus dari suatu kata;
b)
tidak seperti verba, adjektiva, atau adverbia, joshi tidak berinfleksi dan
selalu memiliki bentuk yang sama dalam kalimat apapun;
2)
Tidak seperti kata kerja, kata sifat dan adverbs, partikel tidak
dibengkokkan, dan karena itu tetap dalam bentuk yang sama terlepas dari
mana mereka muncul sebuah kalimat.
3)
secara umum, joshi sama dengan preposisi, konjungsi, dan interjeksi dalam
bahasa Inggris, tetapi dari ketiga partikel tersebut, joshi lebih dekat
maknanya dengan preposisi;
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter