Start Back Next End
  
13
4)
sebuah joshi
selalu diletakkan setelah kata yang dimodifikasinya, artinya
bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris kata tersebut akan mengalami
perubahan makna.
Contoh:
Bahasa Inggris
: “top of the desk”
Bahasa Jepang
: “tsukue no ue
Definisi Kawashima
tersebut lebih menjelaskan pengertian joshi
pada fungsinya
dalam sebuah kalimat. 
2.4. Pengelompokkan dan Fungsi Joshi 
Dalam bukunya yang berjudul “Gramatika Bahasa Jepang Modern”,
Sudjianto mengatakan:
Masih ada perbedaan pendapat dalam pengelompokan jenis partikel. Ada yang
mengelompokkan partikel menjadi empat
jenis dan ada juga yang
mengelompokkannya menjadi enam
jenis. Para ahli yang mengelompokkan
menjadi empat jenis menyebutkan
kakujoshi
(‘partikel biasa’) (???),
setsuzokujoshi (‘partikel penyambung’) (????),
fukujoshi/toritatejoshi
(‘partikel adverbial’)
(???), Shuujoshi
(‘partikel akhir’) (???),
sebagai jenis partikel. Sedangkan para ahli yang mengelompokkan partikel
menjadi enam jenis menambahkan kantoojoshi
dan kakarijoshi
sebagai jenis
partikel selain keempat jenis (Kakujoshi, Setsuzokujoshi,
Fukujoshi/Toritatejoshi dan Shuujoshi,) tersebut. (Sudjianto, 2000 hal. 4).
Masih dalam bukunya yang berjudul “Gramatika Bahasa Jepang Modern”,
Sudjianto mengatakan:
Namun di antara berbagai pendapat tentang klasifikasi partikel ini, yang paling
banyak ditemukan adalah klasifikasi partikel yang menjadi empat kelompok
seperti yang telah disebutkan diatas, yakni
kelompok-kelompak fukujoshi,
kakujoshi,
Setsuzokujoshi
dan
shuujoshi. Dengan catatan, partikel yang
termasuk kantoojoshi
adalah ne, sa,
dan yo
termasuk ke dalam kelompok
shuujoshi. Partikel-partikel yang termasuk kakarijoshi adalah wa, mo, dan koso
dimasukkan ke dalam kelompok fukujoshi.  (Sudjianto, 2000: 5)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter