|
14
Berikut ini adalah penjelasan tentang peranan dan fungsi joshi yang
dikelompokkan menjadi empat kelompok.
a.
Kakujoshi
(partikel kasus) yang berfungsi menghubungkan frase dengan frase,
klausa dengan klausa, dan yang khususnya melekat
pada tangen (??)
(nominal), seperti partikel-partikel: ga, wo, ni, e, de, no, to,
ya, kara, made, dan yori;
Menurut Tadasu dalam Sudjianto:
Partikel no
dan partikel ga merupakan kakujoshi, nampak pada
kalimat tsukue no ashi ga kawareta dan partikel-partikel lainnya seperti
o, ni, e, to, kara, yori, de, dan ya dalam gramatika Bahasa Jepang modern
disebut kakujoshi. Kakujoshi
biasanya dipakai setelah tangen
(meishi=nomina) untuk menyatakan hubungan satu bunsetsu
dengan
bunsetsu lainnya. (Sudjianto, 2000: 34),
Masuoka Takashi (1992:49) mencontohkan penggunaan joshi dalam kelompok ini
sebagai berikut:
(1) ??????????????
Suzuki-san ga machi de kyuuyuu ni atta.
Suzuki bertemu dengan teman lamanya di kota
b.
Setsuzokujoshi, yaitu partikel penghubung antara satu klausa yang mendahului
partikel tersebut dengan klausa lain yang menyertainya, atau yang berfungsi
sebagai setsuzokushi atau konjungsi.
Menurut Tadasu dalam Sudjianto:
Setsuzokushi dipakai untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat
lain, sedangkan setsuzokujoshi berfungsi untuk menghubungkan bagian-
bagian kalimat
Setsuzokujoshi pada umumnya dipakai setelah yoogen (verba, adjektiva-i,
adjektiva-na) sebagai bagian kalimat yang terletak sebelum
Setsuzokujoshi yang ada hubungannya dengan bagian kalimat setelah
Setsuzokujoshi. Namun ada juga Setsuzokujoshi yang dipakai setelah
kelas kata lain selain kelompok yoongen, misalnya setelah nomina atau
|