|
21
kualitas dalam pandangan ini bersifat relatif, sehingga produk yang memiliki
kualitas paling tinggi belum tentu produk yang paling bernilai. Produk yang
paling bernilai adalah produk yang paling tepat beli.
2.4
Citra Perusahaan
Menurut Lawrence L. Steinmetz yang dikutip Sutojo (2004) bagi perusahaan,
citra juga dapat diartikan sebagai persepsi
masyarakat terhadap pancaran atau
reproduksi jati diri perusahaan atau bentuk perorangan, benda atau organisasi.
Lawrence mengemukakan persepsi seseorang terhadap perusahaan didasari atas apa
yang mereka ketahui atau mereka kira tentang perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Soemirat dan Adianto dalam Meriani Setiawan (2007) bahwa citra
perusahaan adalah kesan, perasaan dan gambaran dari publik terhadap perusahaan,
kesan yang sengaja diciptakan dari suatu objek, orang-orang atau organisasi.
Keller dalam Alwi dan Da Silvia (2007) menyatakan bahwa citra perusahaan
kesan yang ada pada pikiran konsumen terhadap suatu perusahaan yang
menghasilkan barang atau menyediakan jasa untuk konsumen. Citra perusahaan
dapat menyebabkan terjadinya asosiasi antara produk dengan atribut atau manfaat
(konsumen lebih menyukai kualitas atau inovasi dari produk), orang dan hubungan
atau orientasi konsumen, program dan nilai (tanggung jawab perusahaan terhadap
lingkungan dan tanggung jawab sosial), kredibilitas perusahaan (perusahaan terlihat
lebih ahli, dapat dipercaya, dan menyenangkan).
Maka dapat disimpulkan dari teori diatas pengertian citra perusahaan adalah
suatu persepsi atau kesan tentang pandangan publik, khususnya pelanggan atas apa
yang mereka ketahui terhadap jati diri serta tindakan yang perusahaan ciptakan.
Rhenald Kasali (2003) mengemukakan, pemahaman yang berasal dari suatu
|