![]() 13
mempengaruhinya di masa yang akan datang, seperti penduduk, pendapatan,
dan kegiatan ekonomi.
Jay Heizer dan Barry Render dalam buku Manajemen Operasi (2010 : 170-
175), metode - metode peramalan kuantitatif, terdiri dari :
1.
Pendekatan Naif (Naive Method)
Cara paling sederhana untuk meramal adalah berasumsi bahwa permintaan
di periode mendatang akan sama dengan permintaan pada periode terakhir.
Untuk beberapa jenis produk, pendekatan naif (naive method) merupakan
model peramalan objektif yang paling efektif danefisien dari segi biaya.
Paling tidak, pendekatan naif memberikan titik awal untuk perbandingan
dengan model lain yang lebih canggih.
2.
Rata-Rata Bergerak (Moving Average)
Peramalan rata-rata bergerak
menggunakan sejumlah data aktual masa lalu
untuk menghasilkan peramalan. Rata-rata bergerak berguna jika kita dapat
mengasumsikan bahwa permintaan pasar akan stabil sepanjang masa kita
ramalkan. Secara matematis, rata-rata bergerak sederhana (merupakan
prediksi permintaan periode mendatang) dinyatakan sebagai berikut :
n
sebelumnya
n
periode
dalam
Permintaan
=
bergerak
rata
-
Rata
Dimana (n) adalah jumlah periode dalam rata-rata bergerak.
3.
Rata-Rata Bergerak dengan Pembobotan (Weighted Moving Average)
Saat terdapat tren atau pola yang terdeteksi, bobot dapat digunakan untuk
menempatkan penekanan yang lebih pada nilai terkini. Pemilihan bobot
merupakan hal yang tidak pasti karena tidak ada rumus untuk menetapkan
mereka. Oleh karena itu, pemutusan bobot yang digunakan membutuhkan
pengalaman. Sebagai contoh, jika bulan atau periode terakhir diberi bobot
yang terlalu berat, peramalan dapat menggambarkan perubahan yang terlalu
cepat yang tidak biasa pada permintaan atau pola penjualan.
Rata-rata bergerak dengan pembobotan akan digambarkan secara sistematis
sebagai berikut
|