|
psikologis (pen gambilan keputusan mengevaluasi) proses. Lo yalitas merek dapat diperkirakan
dalam tiga bentuk seperti perilaku , sikap atau komposit pendekatan (Jacob y & Chestnut, 1978).
Loyalitas Perilaku telah dioperasionalkan sebagai frekuensi pembelian berulang (eg.Brown,
1953) atau proporsi pembelian merek yang sama dari waktu ke waktu (eg.Cunningham, 1956),
sedangkan lo yalitas merek sikap dianggap sebagai preferensi menyatakan, komitmen atau niat
pembelian dari pelanggan terhadap produk atau jasa.
Banyak penelitian yang berkaitan dengan hasil dan anteseden sikap konsumen tentang merek.
Namun, sikap konsumen sebagai hasil dari pengalaman merek telah mend apat sedikit perhatian
dalam literatur (Bieden bach & Marell, 2009; O'Cass & Grace, 2004). Dengan demikian,
penelitian ini mencoba untuk mencari tahu hubungan dari pen galaman merek dan sikap merek
terhadap loyalitas merek .
2.1.6 Attitudinal Loyalty
Literatur psikologi berpendapat, sikap optimis memainkan peran penting untuk percaya
dan percaya seseoran g (Baier, 1986 dalam Sivarajah Rajumesh 2014). Sikap Merek dianggap
sebagai sikap yang kon sumen mengungkapkan menuju merek tertentu yang mereka temui
dengan (De Chernatony & Riley, 1998 dalam Sivarajah Rajumesh 2014). Peneliti pemasaran
dianggap sikap brand sebagai titik kunci karena sangat dianggap bahwa sikap merek berpengaruh
terhadap perilaku pelanggan (Chaudhuri & Holbrook, 2001; Keller, 2003; Suh & Yi , 2006).
Peneliti pemasaran telah mengambil sikap dan kepercayaan menjadi pertimbangan untuk
mempelajari hubungan companycustomer (eg.Delgado - Ballester & Munuera - Aleman, 2001;
Ha & Perks, 2005). Sikap positif dari merek, yang menginduksi keputusan konsumen untuk
membeli merek tertentu, membantu menciptakan kepercayaan pada merek, (Chaudhuri &
Holbrook , 2001; Morgan & Hunt, 1994 dalam Fatih Geçti1 & Hayrettin Zengin 2013). dia sikap
merek yan g ada membantu pelan ggan untuk membuat keputusan pembelian terhadap produk
baru (HÃubl , 1996 dalam Sivarajah Rajumesh 2014). Dalam situasi yang tidak
menentu
mengenai sebuah merek, konsumen bergantung pada produk perusahaan tertentu yang mereka
telah mengembangkan sikap positif (Hess & Story, 2005). Selain untuk mengulang pembelian,
pelanggan harus memiliki sikap yan g menguntungkan relatif kuat terhad ap merek untuk benar-
benar setia kepada merek (Day, 1969 dalam Sivarajah Rajumesh 2014). Evaluasi internal
seseorang dari sebuah o bjek seperti produk bermerek menciptakan sikap tentang produk, yang
|