|
kriteria utilitarian men ekankan kemampuan merek yang ses
dengan fungsi kehidupan
konsumen sehari-hari. Yan g mempunyai konsep berdasarkan crite
utilitarian tidak
mengaitkan pengalaman informasi yang telah diterima sebelumn
sebagai dasar
keputusannya.
2.1.4.2 Indikator Brand Affect
Menurut (Fatih Geçti & Hayrettin Zengin) sebagai berikut :
1. This brand gives me pleasure Merek memberi kepuasan
a. Membuat banyak pilihan produk
b. Membuat banyak pilihan harga
2. This brand makes me happy Merek membuat kepuasan
a. Model sesuai dengan keinginan p elan ggan
b. Produk sesuai dengan harga yang diberikan
3. I feel good when I use this brand Merasa puas saat memakai merek
a. Merasa nyaman saat memakai produk
b. Merasa percaya diri saat memakai produk
2.1.5 Brand Loyalty
Menurut Aaker (dalam Kotler dan Keller 2007:347) membahas peran penting dari
loyalitas merek dalam proses ekuitas merek yan g menghasilkan beberapa keuntungan pemasaran
seperti biaya ku rang pemasaran, lebih basis pelanggan baru, dan leverage perdagangan yang
lebih besar. Keberhasilan organisasi tergantun g pada kemampuann ya untuk menarik dan
membuat pelanggan lo yal. Hal ini untuk menciptakan organisasi untuk memiliki kemampuan
untuk menjaga pelanggan saat ini dan membuat mereka loyal kepada merek untuk jangka
panjang. Para pelan ggan mungkin memiliki gelar yan g berbeda dari loyalitas merek
(Kandampully & Suhartanto, 2000). Loyalitas berarti pelan ggan membeli produk atau jasa
berulang kali. Lo yalitas merek adalah komitmen dan sikap positif untuk membeli merek yang
sama dengan cara tahan lama dalam situasi pembelian masa depan mereka (Y. Liu , 2007) .
Jacoby dan Chestnut (1978) konseptual didefinisikan loyalitas merek sebagai respon
perilaku bias diungkapkan dari waktu ke waktu
oleh beberapa unit pengambilan keputusan
sehubungan dengan satu atau lebih merek dari satu set merek tersebut, dan merupakan fungsi
|