Home Start Back Next End
  
merupakan  aspek  yang  mendukung  konsumen  dalam  mengambil  keputusan  memilih  suatu 
merek.  Terkait  dengan  h al  ini  (Babin,  BJ,  Darden,  W.R  dan  Griffin,  200 4:42)  membandingkan 
antara  potensi nilai kesenangan,  kenikmatan dengan  nilai  manfaat  saat  konsumen  memilih  suatu 
merek,  yaitu  merek  yang  dipilih  hanya  berdasarkan  peningkatan  kepuasan  pribadi  atau  untuk 
pemenuhan  kebutuhan  sehari-hari.  (Aaker  dalam  Kotler  dan  Keller  2007:339)  menyatakan 
bahwa  brand  affect  is  trateted  as  a global  evaluative  concept”. Brand  affect  merupakan  konsep 
penilaian secara global. 
Merek  mempengaruhi  menggambarkan  hubungan  antara  konsumen  dan  merek  dalam 
kategori  tertentu  dan  dapat  dianggap  sebagai  evaluasi  umum  dari  konsumen  untuk  merek 
(Matzler  et  al.,2006).  Merek  mempengaruhi  dap at  didefinisikan  sebagai  potensi  merek  untuk 
mendatangkan  emotional  respon  positif  konsumen  rata-rata  sebagai  akibat  dari  penggunaann ya 
(Chaudhuri & Holbrook , 2001  dalam Fatih Geçti & Hayrettin Zengin 2013). Hal ini menyatakan 
bahwa  di 
bawah  kondisi  ketika  merek  mempengaruhi  jauh,  loyalitas  merek  juga  harus  lebih 
tinggi  (Dick  &  Basu,  1994 dalam  Fatih  Geçti  &  Hayrettin  Zengin 2013 ). Mengingat  penciptaan 
hubungan  merek  dan  keberlanjutann ya,  dinyatakan  bah wa  merek  mempengaruhi  harus 
dipertimbangkan  sebagai  anteseden  penting  dari  loyalitas  merek  (Matzler  et  al.,  2006).  Ketika 
literatur  yang  relevan  ditinjau  ;  dapat  dilihat  bahwa  ada  beberapa  penelitian  mengungkapk an 
hubungan  antara 
merek  dan  mempengaruhi  loyalitas  merek.  Studi  ini  membahas  bahwa  merek 
mempengaruhi  memiliki  dampak  berarti  p ada  sikap  dan  perilaku  lo yalitas  merek  (Taylor  et  al  , 
2004; Matzler et al , 2008; . Jahangir et al , 2009). 
2.1.4.1  Penilaian Brand Affect
Konsumen  pada  umumnya  sulit  membedakan  antara  daya  tarik  dengan  penerimaan 
informasi  produk  pada  saat  mengadakan  penilaian  merek,  Daniel  Enpark  (2002).  Ditegask an 
penilaian brand affect dibagi menjadi 2 kriteria.  
1.  Nilai hedonik (Nilai yang berdasarkan emosi,kepuasan dan kenikmatan)  
Yaitu  harapan  konsumen  untuk  merasakan  adanya  kepuasan   kenikmatan  pada  saat 
menggunakan  produk  dengan  pilihan  merek  tertentu.  Konsumen  yan g  memberikan 
keputusannya  berdasarkan  kriteria  hedonic  relatif  lebih  dapat  dipercaya  karena  nilai  yang 
langsung dialami oleh konsumen. 
2.  Nilai utilitarian (Nilai yang berdasarkan asas man faat)  
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter