|
12
adalah untuk menyandikan pesan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami
oleh penerima.
4. Message atau pesan: Pesan dapat berupa verbal atau nonverbal, lisan atau
tertulis, atau simbolis. Pesan harus bisa diteruskan dalam bentuk yang sesuai
untuk saluran komunikasi yang digunakan.
5. Channel (Saluran): Sebuah metode dimana komunikasi berjalanan dari
pengirim ke penerima.
6. Decoding: Proses transformasi pesan yang telah dikirimkan oleh pengirim
menjadi informasi yan g dapat dimen gerti oleh penerima.
7. Receiver atau penerima: Seseorang yang menerima informasi dari pen girim.
8. Noise atau gangguan atau kebisingan: faktor-faktor eksternal maupun internal
(psikologis) yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses
komunikasi. Kesalahan atau masalah yan g biasa terjadi dalam encoding
pesan, contoh: distorsi pada sinyal radio atau televisi.
9. Response: Reaksi yang dilakukan penerima setelah melihat, mendengar, atau
membaca pesan dari komunikator. Contoh: melakukan tindak an seperti
pemesanan produk yang dilakukan setelah melihat iklan di televisi.
10. Feedback atau umpan balik: Bagian respon dari p enerima yan g
dikomunikasikan kembali ke pengirim. Umpan balik (feedback) yang
ditimbulkan dalam proses komunikasi memberikan gambaran k epada
komunikator tentang seberapa berhasil komunikasi yang dilakukannya.
(Belch dan Belch, 2012:148-155).
Dari gambaran proses komunikasi melalui unsur-unsurnya tersebut, tampak
bahwa berkomunikasi merupakan interaksi antara pihak-pihak yang terkait di
dalamnya. Dalam
proses project solution, perusahaan menyampaikan pesan verbal
maupun non verbal sementara pihak lain yaitu pelanggan ber eaksi den gan memberi
jawaban, d an selanjutnya pelan ggan memberikan umpan balik dan begitu seterusnya.
Keberhasilan proses komunikasi dapat terjadi, tergantung bagaimana pemasar
dapat mempengaruhi perilaku/tindakan suatu pelanggan melalui komunikasi
interpersonal saat proses project solution berlangsung.
|