|
2.1.3 Mitos
Sama halnya dengan pemahama n narasi, dalam buku Pesan, Tanda dan
Makna halaman 167, Marcell Danesi menjelaskan bahwa kata mitos berasal dari
Bahasa Yunani mythos kata, ujaran, kisah tentang dewa dewa. Sebuah mitos
a dalah narasi dengan karakter utamanya adalah para dewa, pahlawan, dan makhluk
mistis, plotnya be rputar disekitar asal muasal benda atau di sekitar makna benda.
Mitos merupakan suatu siste m pengetahuan metafisika untuk menjelaskan
a sal usul, tindakan, dan karakter ma nusia, selain fenomena di dunia. Sistem ini
a dalah sebuah system yang secara instingtif kita ambil, bahkan hingga saat ini untuk
menyampaikan pengetahuan teta ng nila i dan moral awal kepada anak anak.
Mitos digunakan untuk mempelajari bagaimana masyarakat yang berbeda
menjawab pertanyaan dasar tentang dunia dan tempat bagi manusia di dalamnya.
Mitos pun biasa digunakan untuk mengkaji dan mempe lajari bagaimana orang
orang mengembangka n suatu system social khusus dengan banyak adat istiadat dan
c ara hidup dan juga memahami secara le bih baik nilai nilai ya ng mengikat para
a nggota masyara kat untuk menjadi satu kelompok. Mitos dapat dibandingkan untuk
mengetahui bagaimana ke budayaan dapat saling berbeda ata u menyerupai satu sama
lain, dan mengapa orang bertingkah laku se perti itu. Mitos juga dapa t dijadikan
kerangka referensi yang mendasari tidak hanya karya besar di bidang arsitektur,
sastra, music da n lukisan, dan seni pahat, juga hal hal kontemporer seperti iklan dan
program televisi.
Mitos me rupakan sumber simbolisme awal. Banyak simbolisme awal
digunakan oleh budaya modern yang diambil dari mitos mitos awal, contohnya,
pada na ma hari, na ma hari berakar dari kebudayaan Ge rmania dan Romawi, Tuesday
a dalah hari yang dinisbatkan bagi dewa Tiu (perang), Wednesday (rabu) bagi dewa
utama Wotan, Thursday (kamis) ba gi dewa Thor, Firday (kamis) bagi dewi
kecantikan Frigga, Saturday (sabtu) bagi dewa Saturnus, Januari bagi Janus. Tidak
mengeherankan juga misalnya dalam simbol
kedokteran diambil simbol dua ular
melingkar (Asclepius).
Mitos tidak dibentuk berdasarkan suatu logika rasional, melainkan dengan
a pa yang disebut logika puitis (poetic logic), suatu bentuk yang dibentuk dari
pembikiran yang didasarkan da n dipandu oleh pegalaman tubuh secara sadar yang
ditransformasikan ke dalam gagasan yang digeneralisasi oleh imajinasi manusia
(filsuf Italia, Giambattista Vic o). Menurut Sigmund Freud, meilhat konflik yang
|