|
dice rita kan dalam mitos adalah salah satu usaha untuk memahami kehidupan psikis
alam bawah sadar manusia. Sedangkan menurut Carl Jung (1965) kisah mitos
memiliki sekumpulan bukti ketidaksadaran manusia yang dihasilkan oleh citra
primodial yang terus berlanjut untuk me ncari ungkapan melalui symbol dan pelbagai
bentuk dan ungkapan.
Emile Durkheim, seorang sosiolog Prancis memiliki gagasan lain mengenai
mitos itu sendiri muncul sebagai respon emosiona l terhadap eksistensi social yang
menhasilkan suatu kode moral, nara si ata u suatu sistem penalaran historis. Terhadap
kesamaa n antara dunia mitos dengan dunia kesadaran kolektif manusia, ya kni
dimana kandungan dasar suatu mitos merupakan bagian dari otak manusia dan
merupa kan suatu hal yang umum bagi manusia Kesadaran kolektif manusia
merupa kan bentuk tertinggi dari kehidupan psikis (kesadaran akan kesadaran).
Antropolog Brinislaw Ma llinowski menyatakan bahwa mitos memberikan
suatu dasa r pemikiran sebaga i domestikasi kehidupan koloni (plant). Mallinowski
menyataka n bahwa, mitos tidak hanya sekedar kisah, tapi realitas kehidupan yang
hidup. Mitos ukan fikis, dan mitos hidup dalam ritual kita, mengatur mode persepsi
kita dan mengendalikan kita se cara tidak sa dar. Filsuf Jerman Ernst Cassirer juga
melihat muncul sebagai respon e mosional komunal terha dap a lam seperti ketakutan
akan guntur, petir dan lainnya .
Kajian mitos yang paling popular ada lah kajian Joseph Campbe ll. Dalam
pandangannya Campbell menggabungkan pandangan psikologi Jungian dan
linguistik untuk memformulakan suatu teori umum mengenai asal usul,
penge mbangan da n ke satuan seluruh budaya manusia. Jika sese orang mendengar
guntur, seseorang akan kura ng le bih memiliki pemahaman se bagai sua ra de wa yang
sedang marah, atau ketika hujan berarti dewa sedang menangis.
2.1.4 Mitologi
Mitos adalah refleksi modern dari tema, plot dan karakter mitos (Ronald
Barthes, 1915-1980). Mitologi berasal dari gabunga n mythos (pemikiran awal yang
benar) dan logos (pemikira n rasional ilmiah).
Sebaga imana yang Barthes kemukakan, sebuah mitologi dapat me mbawa
kepada suatu pembentukan gaya hidup da n tre n social. Misalnya saja pada Revolusi
Industri pada abad ke 19, anak anak dianggap sebagai manusia yang ebrada pada
masa ke hidupan yang belum mengalami kecurangan hidup dan masih bersih dari
|