|
peradaban. Mereka berbeda dengan orang dewasa yang tidak lebih baik dan
juga
tida k lebih buruk. Citra anak anak sebagai yang suci dan tida k berdosa merupakan
bagian dari mitologi, bukan lagi psikologi atau sosiologi masa kanak kanak.
(Marcell Danesi 2010:173).
2.1.5 Makna Obje k
Menurut Da nesi, dalam buku Pe san, Tanda dan Makna halaman 235, sebuah
objek yang ditemukan dalam sua tu kebudayaan tidak mungkin dianggap tanpa
makna. Di seluruh dunia, ada kepercayaan bahwa objek bukan sekedar tanda yang
mewakili makna social konvensional, tetapi juga memiliki kekuatan di dalamnya
yang mengungguli dan melampaui aspek fisik. Manifestasi ekstreme dari
kepercayaan ini disebut fetishme keyakinan bahwa beberapa benda mati dikenal
dengan na ma fetish, menga ndung a tribut supernatural. Fetish tipikal adalah figure
yang modelnya berdasarka n atau dibentuk dari tanah liat, batu, kayu, atau materi
lainnya, da n menye rupai hewan atau benda yang di dewakan lainnya. Pada sejumlah
kebudayaan, fetishme berkembang menjadi pemberhalaan. Dalam kasus se perti ini,
sistem kepercayaan tersebut disebut seba gai bentuk ekstrim da ri animism
pandangan bahwa roh mendiami atau berkomunikasi de ngan manusia melalui objek
mate rial.
Animisme masih hidup dan bertumbuh subur di kebuda yaan modern.
Animisme juga merupaka n bukti bahwa orang mengangga p objek tertentu sebagai
sejenis tanda yang istimewa . Inila h menga pa pelbagai macam objek dilestarikan dan
dianggap me miliki nilai sejara h. Seperti sebuah karya seni, objek dirasakan se bagai
c erminan bentuk lahiriah yang mencari ekspre si da lam bentuk fisik di dunia nyata.
2.1.6 Dongeng
Dalam thesis Zunairoh Nihayatu, Aspek Moral Dalam Kumpulan Dongeng
Histoires Ou Contes Du Temps Passé Karya Charles Perrault tahun 2012 Dongeng
a dalah cerita ya ng tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk
a kal (Nurgiantoro, 2005:198). Pendapat lain mengenai dongeng ada lah cerita yang
tida k benar-bena r terjadi, terutama te ntang kejadian zaman dulu yang aneh-ane h. (
KBBI, 2007 : 274).
Dongeng termasuk dalam cerita rakyat lisan. Menurut Brunvard, Carvalho,
dan Neto dalam Danadjaja 2007 : 3-5) dongeng mempunyai ciri sebagai berikut :
|