Home Start Back Next End
  
14
pertanyaan akan apa, jika ada, apakah keuntungan
yang dirasakan konsumen,
mereka
dapatkan
ketika
mereka
terikat
dengan
satu
service
provider?
(Hennig-
Hrau
et
al,
2002; Gwinner et al, 1998; Patterson and Smith, 2001 Reynolds and Beatty, 1999).
Gwinner   et   al’s   (1998)   yang   melanjutkan   penelitian   Barnes   (1997)
sebelumnya, yang mana oleh Gwinner et al’s  dikembangkan  tipologi  dari relational
benefits yang didukung dengan penelitian secara empiris. Dimana
berdasarkan
penelitian ini relational benefits meliputi:
1). Confidence benefits, yang merujuk pada persepsi dari  
berkurangnya
keinginan  dan  kenyamanan  dalam    mengetahui  apa  yang  diharapkan
dalam sebuah service encounter,
2). 
Social benefits,
yang berkenaan 
dengan emotional part dari relationship
dan
dapat
dikarakteristikkan
melalui 
pengenalan
pribadi
konsumen
oleh
karyawan,
3).
Konsumen
memiliki
keakraban
dengan
para karyawan,
dan
menciptakan
persahabatan
antara  
konsumen  
dan  
karyawan;  
dan       keuntungan
mendapatkan
pelayanan
yang
khusus, 
dalam hal
ini
bentuk
relational
yang didapatkan adalah 
potongan
harga, pelayanan
yang lebih cepat atau
pelayanan tambahan secara individual.
Maka relational benefits itu adalah keuntungan diatas
dan atau melebihi dari
pelayanan yang seharusnya diberikan.  
Patterson dan Smith (2001), emudian
memperluas
lagi
penelitian
ke
dalam konteks
Asia
Tenggara
dan
menemukan
persamaan 
dalam 
tiga 
relational 
benefits.
Maka 
Patterson 
dan 
Smith 
(2001)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter