|
14
terus menerus untuk dijadikan gambaran yang penting, untuk menghasilkan
komitmen kepada sebuah relationship.
Banyak literature yang mengasumsikan bahwa suatu pihak yang berusaha
untuk
mengakhiri
suatu
hubungan
akan
berusaha
mencari alternative
lain,
sebagai
akibat ketidakpuasan dari suatu produk yang dikonsumsi. Switching costs
dideskripsikan sebagai suatu cara untuk memberikan
hambatan
kepada
konsumen
untuk
melakukan
intention to switch atau dapat juga dikatakan sebagai
investasi
yang
sukar
untuk
ditarik
kembali.
Untuk
mengantisipasi
switching
costs yang tinggi,
biasanya konsumen sangat tertarik dengan adanya kaitan erat antara konsumen dan
produsen (Dwyer et al.,1999).
Switching
costs
adalah
ragam hasil
dari
model
multi
dimensional
dari
karakteristik switching behaviour yang telah di uraikan. Menurut Epling (2002),
model
switching
behaviour
memiliki
pengertian
yang
mendalam mengenai
cakupan
diferensial harga yang dapat mendukung perusahan untuk bertahan. Banyak
penelitian yang mengungkapkan bahwa
switching barriers
merupakan faktor yang
dipertimbangkan konsumen untuk melakukan
switching produk. Berbagai tipe dari
switching barriers
akan
memberikan
dampak
pada
kepuasan
konsumen,
repurchase
intention, attitudinal loyalty.
Banyak penelitian yang telah dilakukan
untuk
memahami
mekanisme
yang
mengasosiasikan intention to switch yang
mengambil sample konsumen
yang
mengkonsumsi
produk
atau
jasa,
dijelaskan
oleh
(Crosby
and
Stephens;
Jones;
Rust
et al.; Singh, dalam OMalley dan Patterson, 2005).
|