|
24
hari_
Demikian
pula
aktivitas
yang
terjadi
di
dalam
tubult
lainnya seperti
pernafasan
dan
pencemaan,
sat1gat efektif di siang hari dan kurang aktif di malam hari.
Semua aktivitas
ini
akan
mempengaruhi kemampuan seseorang
dalam bekerja.
Jika
seseorang
memperoleh
giliran
kerja
malam
hari
maka
dia
hams
beke1ja
pada saat
tabuhnya
hams
beristirahat
dan
sebaiiknya,
dia
beristirahat
pada
saat
aktivitas
di
dalarn
tubuhnya sedang aktif
C.W. Hufe!and
rnengemukalam
bahwa dip<L'ldang drui segi
kesehatan
bekerja
pada
malarn hari
dan
beristirahat
pada
siang
hari
adalah
kurang
baik.
Dia
rnenambahkan
bahwa
banyak
orang yang menyangka
tidak ada perbadaan antara
tidur selama 7
jam
pada
siang
hari
dan
malam
ha
i.
Mereka
menukar
waktu
belajar
dan
bekerja
ke
malam
hari dengan waktu
tidur
pada pagi a::au siang hrui.
Dari
catatan
produksi dengan
perubahan
kerja
bergilir
2
mingguan,
untuk
kerja
pagi
hari
ternyata
produk:si
pada
minggu kedua
lebih
baik
druipada
minggu
pertama.
Untt:k
pembahan
kerja
bergiliran
bulanan,
pada
kerja
pagi
hari temyata
ada
sedikit
pen:ngkatan
yang
stabil
hirrgga akhir
bulan.
Sedangkan
kerja
rnalam
hari
tidak
ada
peningkatan
produksi
(Maier,
Norman R.F,
1990,
p508).
2.2
Kesalahan Kerja
Ketidakefisienan ke1ja
mar!Usia
dapat
ditunjukkan
melalui kesalahan
dan
waktu
(kela;T,batan) kerjanya.
Pada
dasarnya suatu
kesalaha11
kerja
dapat
dinyatakan sebagai
penyimpa11gan dari prestasi yang seharusnya dicapai
oleh
seorang
pekerja
untuk
melaksanakan. fungsi suatu
sistem.
Kesalahan
ya11g terjadi
bisa berupa
:
a. Kegagalan
untuk
melakukan suatu
kegiatan
yang telah
ditetapkan.
|